BUMN Ekspansi ke Afrika, Total Bisnis RI Tembus Rp11,7 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 21 Agustus 2019 15:46
BUMN Ekspansi ke Afrika, Total Bisnis RI Tembus Rp11,7 Triliun
Ada beberapa perusahaan yang terlibat dalam kerja sama Indonesia-Afrika.

Dream – Pemerintah Indonesia menandatangani kerja sama dengan pemerintah Afrika di bidang infrastruktur dan transportasi. Semua kerja sama Indonesia dan Afrika mencapai US$822 juta atau sekitar Rp11,7 triliun.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 21 Agustus 2019, perusahaan-perusahaan pelat merah yang terlibat dalam kerja sama yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Bio Farma (Persero) Tbk, PT INKA (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Penandatanganan itu dilakukan di depan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini M Soemarno, dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 (IAID) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019.

Di depan delegasi Afrika, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia dan Afrika dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita untuk maju. Selain itu, lanjut Jokowi, Indonesia merupakan partner yang tepat untuk Afrika dalam menjalin kerja sama strategis.

" Indonesia siap dan sangat senang bekerja sama dengan saudara kami di Afrika. Saya ingin pastikan dan tekankan Indonesia adalah teman yang terpercaya, Indonesia is your true partner, your trusted friend,"  kata dia. 

Jokowi mengatakan inilah saat yang tepat untuk mengimplementasikan kerja sama dalam langkah yang nyata.

1 dari 3 halaman

Dorong BUMN Terus Berkarya Hingga Berstandar Internasional

Sementara itu, Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, mengatakan kesepakatan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Afrika kepada pemerintah Indonesia melalui BUMN-BUMN tersebut. Rini mendorong BUMN untuk terus berkarya hingga menjadi perusahaan berstandar internasional.

“ Kerja sama ini menjadikan BUMN-BUMN meningkatkan pelayanan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Saya berharap BUMN-BUMN yang melakukan kerja sama ini bisa menjadi perusahaan kelas dunia,” kata Rini.

Wijaya Karya (WIKA) jadi salah satu BUMN yang akan berinvestasi di bidang infrastruktur yang ada di beberapa negara Afrika. Untuk kesepakatan bisnis yang dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) untuk WIKA di Afrika sebesar US$356 juta atau sekitar Rp4,98 triliun.

Dengan rincian, pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania senilai US$40 juta (Rp569,72 miliar), pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal senilai US$250 juta (Rp3,56 triliun) dan pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading senilai US$66 juta (Rp940,03 miliar).

Kemudian, PT INKA (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero) dan PT KAI (Persero) yang menyasar sektor perkeretaapian. Keempat BUMN tersebut membentuk konsorsium bernama Indonesia Railway Development Consortium (IRDC).

Konsorsium itu diharapkan dapat mengibarkan bendera Indonesia di Afrika karena menawarkan one step solution terkait layanan infrastruktur perkeretaapian. Selain itu, LPEI juga melakukan nota kesepahaman dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI untuk perluasan pasar ekspor perusahaan di kawasan Afrika.

Forum ini antara lain bertujuan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika di berbagai bidang termasuk infrastruktur. Total, ada 53 negara di Afrika yang diundang hadir ke Bali. Forum ini diselenggarakan sejak Selasa hingga hari. Pada forum ini, banyak juga BUMN yang turut berpartisipasi dalam pameran seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

2 dari 3 halaman

WIKA Perpanjang Rekam Jejak Ekspansi Bisnis di Afrika

Dream – Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (Persero), Tumiyana, mengatakan potensi pengembangan infrastruktur tidak hanya berasal dari dalam negeri. Potensi ini juga datang dari proyek-proyek konstruksi luar negeri, dalam hal ini Afrika.

“ Bagi kami pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Masuknya WIKA di pasar infrastruktur Afrika sesuai dengan strategi bisnis WIKA yang menyasar negara-negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur,” kata Tumiyana dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID), di Denpasar, Bali, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

Dia mengatakan, untuk pembiayaan, WIKA bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank. Dukungan pembiayaan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang paling tepat dalam memasuki pasar Afrika.

Tantangannya adalah bagaimana sinergi yang telah terjalin baik dengan Indonesia Eximbank selama ini dapat terus meningkat dengan semakin besarnya kemampuan Indonesia Eximbank untuk me-leverage kapasitas pembiayaan infrastruktur yang trennya semakin naik.

“ Bilamana itu dapat dilakukan, maka akan semakin meningkatkan peluang untuk membuka pasar lebih luas lagi bagi WIKA dan perusahaan Indonesia lainnya dalam ekspansi banyak negara, khususnya di Afrika,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Framework Agreement

Pada pelaksanaan IAID 2019 ini, WIKA terbilang agresif memanfaatkan peluang pembangunan infrastruktur pada negara-negara berkembang di Afrika sebagai momentum untuk selanjutnya diimplementasikan secara nyata.

Bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank, Perseroan mencatatkan kesepakatan bisnis sebesar US$356 juta. Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Fasilitas Buyer's Credit, antara lain akan digunakan untuk proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania sebesar US$40 juta.

Kemudian untuk pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal sebesar US$250 juta, dan untuk pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading, sebesar US$66 juta. 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik