Rp4,7 Triliun Pembiayaan Nasabah Mandiri Syariah Direstrukturisasi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 28 Juli 2020 14:36
Rp4,7 Triliun Pembiayaan Nasabah Mandiri Syariah Direstrukturisasi
Total pembiayaan itu berasal dari 28 ribu nasabah Mandiri Syariah

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) merestrukturisasi pembiayaan kepada lebih dari 28 ribu nasabah segmen ritel yang terdampak corona. Total nilai pembiayaan ribuan nasabah itu mencapai Rp4,7 triliun.

Senior Executive Vice President Mandiri Syariah, Wawan Setiawan, mengatakan angka di atas adalah 94 persen dari total nasabah yang telah terkonfirmasi membutuhkan restrukturisasi. Sekadar informasi, total nasabah yang terkonfirmasi mencapai 30 ribuan.

“ Insya Allah kami akan terus berkomitmen membantu Nasabah UMKM agar usahanya akan tetap survive dan maju kembali," kata Wawan di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 27 Juli 2020.

Mandiri Syariah juga memberikan layanan penjaminan pembiayaan kepada nasabah UMKM yang terdampak Covid-19. Ini ditandai dengan kerja sama bank syariah itu dengan PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah dan PT Penjaminan Jamkrindo Syariah.

Wawan menyebut kerja sama itu merupakan kolaborasi Pemerintah, BUMN Asuransi dan beberapa bank syariah ini menyusul adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 71 tahun 2020 Tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah Melalui Badan Usaha Penjaminan yang Ditunjuk Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

1 dari 1 halaman

Pembiayaan Dijaminkan

Kerjasama Penjaminan Pembiayaan Mandiri Syariah© Mandiri Syariah

Melalui kerja sama ini Mandiri Syariah akan menjaminkan produk pembiayaan SME dan Mikro dengan limit/plafon maksimal per nasabah Rp10 miliar kepada Askrindo Syariah dan Jamkrindo Syariah.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan bahwa kondisi pandemi berdampak ke berbagai sektor ekonomi, termasuk di dalamnya industri Perbankan dan para debiturnya. Dengan adanya Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang digagas pemerintah ini diharapkan dapat menggerakkan industri usaha khususnya UMKM untuk bangkit menghidupkan perputaran ekonomi nasional.

" Kami ingin turut serta berperan mendukung nasabah dan bergerak bersama nasabah dalam menghidupkan roda perekonomian di tengah pandemi," kata dia.

Melalui program ini, Mandiri Syariah dapat memberikan pembiayaan modal kerja baru maupun tambahan pembiayaan (top up/suplesi) dalam rangka restrukturisasi. Serta membebaskan nasabah atas kewajiban premi/jasa kafalah atas asuransi penjaminan pembiayaan yang akan dibebankan kepada pemerintah.

Perlakuan tersebut berlaku bagi nasabah yang usahanya terdampak Covid-19, kategori usaha mikro, kecil dan menengah baik perseorangan ataupun badan usaha dan memiliki performing loan (Kol 1 atau 2) per 29 Februari 2020 dan saat pengajuan pembiayaan.

Beri Komentar