Rugi Ratusan Miliar, OYO PHK 600 Karyawan

Reporter : Okti Nur Alifia
Senin, 5 Desember 2022 13:46
Rugi Ratusan Miliar, OYO PHK 600 Karyawan
OYO setidaknya memangkas 10 persen dari 3.700 karyawannya. Dalam waktu bersamaan, OYO juga menginformasikan telah merekrut 250 orang pekerja baru.

Dream - Badai PHK belum usai. Kali ini startup perjalanan terbesar asal India, OYO, menyatakan telah melakukan PHK pada 600 karyawannya pada Sabtu, 3 Desember 2022.

OYO setidaknya memangkas 10 persen dari 3.700 karyawannya. Dalam waktu bersamaan, OYO juga menginformasikan telah merekrut 250 pekerja baru.

" OYO akan mengurangi 10 persen dari basis 3.700 karyawannya, termasuk perekrutan baru 250 anggota dan melepaskan 600 karyawan," kata manajemen OYO, dikutip dari The New Indian Express, Senin 5 Desember 2022.

Pekerja baru yang tergabung dalam perusahaan yang memiliki nama badan hukum Oravel Stays Ltd. itu akan ditempatkan dalam tim manajemen hubungan untuk memastikan kepuasan konsumen dan mitra yang lebih baik, serta tim pengembangan bisnis untuk membantu meningkatkan jumlah hotel dan rumah di platform OYO.

1 dari 5 halaman

" Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan bahwa sebagian besar orang yang harus kami keluarkan, mendapatkan pekerjaan yang menguntungkan. Setiap anggota tim OYO dan saya sendiri akan secara proaktif mendukung kekuatan masing-masing karyawan tersebut,” kata Founder dan CEO OYO Group, Ritesh Agarwal.

OYO mengklaim keputusan PHK karyawan itu adalah bagian dari perubahan luas dalam struktur organisasi mereka. Produk dan engineering akan dirampingkan. 

Kemudian jumlah karyawan di kantor pusat perusahaan dan di OYO Vacation Homes juga akan diturunkan. Tim produk dan teknik sedang digabungkan untuk fungsi yang lebih lancar.

2 dari 5 halaman

OYO Rugi Ratusan Miliar

Sebelumnya, berdasarkan laporan Bloomberg, Soft Bank Group Corp yang merupakan pemegang saham terbesar OYO mengatakan bahwa OYO mengalami kerugian sebesar 3,33 miliar rupee.

Nilai itu setara US$41 million atau Rp629,84 miliar pada September, kuartal III-2022. Kerugian ini masih lebih kecil dari 4,14 miliar rupee pada kuartal sebelumnya.

3 dari 5 halaman

Empat Tahun Berdiri, OYO Indonesia Sudah Layani 13 Juta Pelanggan, Ini Rahasianya

Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan tingkat hunian kamar hotel selama September 2022 menjadi 50,02 persen.

Pertumbuhan positif juga dirasakan OYO sebagai pelaku industri perhotelan, di mana selama empat tahun berdiri OYO Indonesia berhasil menarik lebih dari 13 juta pelanggan dengan pertumbuhan bisnisnya yang meningkat 15 kali lipat.

Sementara itu, hingga Oktober 2022, tercatat secara total OYO telah memiliki lebih dari 3.400 properti dan 48.000 kamar di lebih dari 160 kota seluruh Indonesia.

“ Empat tahun perjalanan kami dalam mengembangkan bisnis bukanlah hal yang mudah. Terdapat berbagai tantangan yang harus kami hadapi, khususnya di awal masa pandemi kemarin,” kata Country Head OYO Indonesia, Agus Hartono Wijaya, dalam keterangannya, dikutip Kamis 10 November 2022.

Capain tersebut menurut Agus, didukung oleh dua hal utama, yaitu adopsi layanan berbasis digital, baik bagi pelanggan maupun mitra bisnis, serta kolaborasi dengan mitra penginapan.

 

   

4 dari 5 halaman

Di tahun ke empat OYO, Indonesia masih menjadi pasar penting bagi OYO Global. Salah satu alasannya karena Indonesia merupakan salah satu pasar yang paling matang dalam hal skala dan unit ekonomi.

OYO mempunyai target memiliki 1,2 hingga 1,5 juta perjalanan domestik di 2023.

“ Meski pandemi memberikan berbagai dampak negatif, OYO Indonesia telah membuktikan pertumbuhan bisnisnya, dengan menunjukkan peningkatan permintaan pelanggan yang mencapai 110% sejak pandemi,” kata Global CBO & CEO SEAME of OYO, Ankit Tandon.

5 dari 5 halaman

Selama masa transisi pandemi menuju pascapandemi, OYO melihat adanya pergeseran tren wisatawan dalam hal menginap. 

Sebelum pandemi, wisatawan rata-rata menginap selama satu hingga tiga hari per pemesanan. Namun, selama masa pandemi, wisatawan lebih memilih durasi menginap yang panjang sekitar lima hingga tujuh hari.

Kini, ketika memasuki masa transisi pasca pandemi, tren kembali normal dengan durasi menginap selama satu hingga hari.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More