Saham Grup Astra Jatuhkan Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 20 April 2015 16:25
Saham Grup Astra Jatuhkan Indeks Syariah
Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 21 triliun.

Dream - Dihantam sentimen dari dalam dan luar negeri memaksa indeks bursa saham Indonesia harus menutup awal pekan di zona merah.

Kinerja kelompok bisnis Astra International yang kurang menggembirakan sepanjang kuartal I-2015 memaksa pelaku pasar melakuan aksi jual.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 20 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali mencatat koreksi 0,871 poin (0,51%) ke level 170,010.

Langkah ISSI memang berat mulai dari awal pembukaan perdagangan. Dibuka melemah, ISSI sebetulnya sempat menyentuh zona hijau. ISSI mencapai level tertinggi di 170,887.

Kekhawatiran pelaku pasar terhadap kinerja emiten di kuartal I-2015 sayangnya memaksa ISSI longsor ke zona merah. Terlebih, saham-saham grup Astra mengalami tekanan hebat.

Aksi jual yang menjalar ke seluruh emiten syariah ini memaksa 112 penghuni ISSI menutup awal pekan di zona merah. Beruntung masih ada 67 emiten syariah yang bisa bergerak menguat.

Pelaku pasar aktif mentransaksikan 72,74 juta saham bernilai Rp 18,44 triliun.

Melemahnya saham-saham grup Astra tentu saja membuat indeks bluechips syariah rontok. Maklum, saham grup bisnis raksasa di Indonesia ini menjadi motor penggerak indeks Jakarta Islamic Index (JII).

Pada penutupan kali ini indeks JII bergerak melemah 5,075 poin (0,72%) ke level 704,254.

JII sebetulnya mengawali perdagangan di zona hijau dengan menguat ke level 709,48.

Aksi jual saham menerpa 19 emiten bluechips syariah. Indeks JII meninggalkan 9 emiten di zona hijau dan 2 lainnya bergerak stagnan.

Di daftar pencetak koreksi harga saham terdalam terdapat saham-saham kelompok Astra seperti UNTR yang melemah Rp 550. Disusul AALI dan ASII yang turun Rp 275 per saham.

Top losser lainnya dihuni oleh INTP yang melemah Rp 225 dan ICBP Rp 150 per saham.

Jika dua indeks saham syariah bisa menembus zona positif, lain halnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan bursa saham Indonesia ini mendekam di zona merah sepanjang perdagangan.

IHSG terkoreksi 9,841 poin (0,18%) ke level 5.400,803.

Lantai bursa saham sore ini ramai dengan aksi jual beli investor. Tak kurang dari 122,81 miliar saham diperjualbelikan investor dengan dana Rp 21,49 triliun.

Pemodal asing secara mengejutkan melakukan aksi beli dengan mencetak angkat Rp 14,96 triliun.

Beri Komentar