Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Setelah mendekam lemah lima hari berturut-turut, bursa saham syariah akhirnya ditutup di zona hijau. Sentimen positif dari regional mendorong investor berburu saham-saham.
Kurs rupiah juga relatif terjaga stabil meski masih berada di level 14.000/US$.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,627 poin (1,23%) ke level 133,665.
Meski menguat, tekanan jual sempat mendorong ISSI terpeleset ke zona merah. ISSI mencetak level terendah di 131,862 dan sempat menembus level tertinggi 136,250.
Sebanyak 99 emiten syariah sukses menembus zona positif. Namun penguatan ini tertekan oleh koreksi harga saham yang melanda 97 emiten syariah lainnya.
Aksi jual beli saham syariah relatif marak ditandai dari nilai transaksi yang mencapai Rp 4,01 triliun. Sebanyak 59,16 miliar saham jadi sasaran investor.
Penutupan positif juga berhasil dibukukan indeks saham bluechips syariah. Dengan sokongan separuh penghuni yang bergerak menguat, Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 10,483 poin (1,93%) ke level 554,874.
Namun separuh penghuni JII atau 15 emiten sempat membuat indeks saham bluechips syariah ini jatuh ke zona merah. Indeks JII jatuh ke level terendahnya di 544,352.
Saham UNVR menikmati serbuan aksi beli investor dengan melesat Rp 3.100 per saham. Top gainer lainnya dihuni emiten LPPF yang naik Rp 750, SMGR rp 500, ITMG Rp 275, dan JSMR Rp 245 per saham.
Sebaliknya, AALI yang turun Rp 450 dan INDF Rp 275 per saham harus menjadi emiten bluechips syariah yang mencetak koreksi dalam. Top losser lainnya adalah ICBP, AKRA, dan MPPA.
Aksi rebound hari ini memang ditunjukan bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 64,772 poin (1,56%) ke level 4.228,501.
Lantai bursa berhasil menampung dana investor hingga Rp 6,54 triliun. Sayangnya, asing masih belum kunjung menghentikan aksi jual sahamnya. Asing mencetak nett sell Rp 697,29 miliar.