Sebar Semangat Berbagi, Dompet Dhuafa Targetkan Tebar 30 Ribu Hewan Kurban 2019

Reporter : Wuri Anggarini
Senin, 5 Agustus 2019 14:00
Sebar Semangat Berbagi, Dompet Dhuafa Targetkan Tebar 30 Ribu Hewan Kurban 2019
Dompet Dhuafa meluncurkan kampanye dengan tema #JanganTakutBerkurban yang sejalan dengan #JanganTakutBerbagi.

Hari Raya Idul Adha sudah di depan mata. Nggak hanya sekadar perayaan, Idul Adha juga memiliki makna mendalam, yaitu mengajarkan umat muslim untuk berbagi kepada sesamanya. Demi mendukung semangat berbagai kebaikan kepada masyarakat, Dompet Dhuafa meluncurkan kampanye dengan tema #JanganTakutBerkurban yang sejalan dengan #JanganTakutBerbagi.

Untuk menyukseskan kampanye sosial tersebut, Dompet Dhuafa juga mengajak masyarakat untuk berkurban lewat program Tebar Hewan Kurban (THK) 2019. Target tahun ini adalah 30 ribu hewan kurban tersebar.

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, mengatakan momen kurban tahun ini adalah waktu yang baik untuk berdonasi. Ia mengatakan, tahun ini program THK Dompet Dhuafa menargetkan capaian kurban di kisaran angka 30 ribu ekor hewan kurban. Sebelumnya pada pelaksanaan kurban 2018, Dompet Dhuafa mendapat amanah kurban sebanyak 18.558 ekor stara doka (Domba Kambing), dengan pencapaian penerima manfaat lebih dari satu juta jiwa.

"Dari Dompet Dhuafa masih yang terbesar dalam hal distribusi. Pada 2012, kami bisa mencapai 22 ribu ekor hewan kurban. Di Jakarta pernah sampai menghimpun donasi hewan kurban sebanyak 200-300 ekor sapi," kata Yuli, dalam acara Halal Bihalal dan Launching #JanganTakutBerkurban di Jakarta, Kamis (20/6).

Menurutnya, setiap tahun pengumpulan donasi kurban mengalami peningkatan. Program THK sendiri dimulai sejak 1993. Selama bergulir, Yuli menuturkan THK telah menyebarkan kurban sebanyak 237.520 ekor setara doka. Sementara penerima manfaat sebanyak 4.911.208 Kepala Keluarga dengan sebaran hingga 34 provinsi di Indonesia dan lebih dari 15 negara konflik. Di antaranya Palestina, Somalia, Filipina, Myanmar, Bangladesh, Bosnia, Pakistan, Libanon, Libya, Timor Leste, dan lainnya.

Berkurban merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT. Namun, menurutnya, ada beberapa keunggulan berkurban melalui Dompet Dhuafa.
Yuli menjelaskan, hewan kurban yang disediakan Dompet Dhuafa dipastikan sesuai syariah. Menurutnya, pengadaan hewan kurban THK harus memenuhi standar dan mutu kualitas. Di samping telah mengikuti proses pengendalian dan pengontrolan mutu hewan kurban THK oleh Tim Quality Control Dompet DHuafa.

Tidak hanya itu, ia mengatakan dengan berkurban melalui Dompet Dhuafa, masyarakat berarti berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat peternak. Dalam hal ini, program THK juga dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan telah melewati tahapan seleksi, serta pendampingan oleh tim program DD.
Sementara itu, ia mengatakan pendistribusian dagingnya juga menjangkau daerah-daerah pelosok, marginal, terluar dan termasuk wilayah terdampak bencana, seperti Palu, Lombok, Banten, Samarinda, dan Konawe.

"Kami kirim ke daerah terpencil di seluruh Indonesia, sehingga orang-orang di daerah dan masyarakat yang lebih membutuhkan akan merasakan manfaatnya dan juga mengangkat keberdayaan peternak lokal," tambahnya.

Yuli menambahkan, pendistribusian donasi hewan kurban ke daerah dilakukan melalui pengawasan dan kontrol dari Dompet Dhuafa pusat. Pendistribusian yang besar ada di wilayah Jawa dan Bali, sedangkan Indonesia Timur sebesar 40 persen.

Hingga malam hari tasyrik di hari ketiga, Dompet Dhuafa masih melakukan pengumpulan donasi. Jika target 25 ribu ekor, ia mengatakan sejumlah ekor hewan kurban sudah ada di daerah masing-masing.

“Lalu hari H kita kirim tahap pertama sebesar 50 persen di masing-masing provinsi, hari kedua kami kirim sisanya 25 persen, hingga seluruhnya dari yang 25ribu itu terpenuhi," jelasnya.

Donasi kurban yang didistribusikan Dompet Dhuafa sendiri tidak didistribusikan dalam bentuk pengiriman hewan ke berbagai daerah, tapi lewat uang. Dompet Dhuafa mengirim dalam bentuk uang melalui mitra atau NGO lokal, masjid-masjid, dan pengurus lembaga keagamaan. Pengiriman dalam bentuk uang bertujuan untuk memudahkan mitra agar segera menghidupkan roda perekonomian di daerah. Selain di dalam negeri, pendistribusian donasi hewan kurban juga dilakukan ke negara-negara lain melalui mitra di sana.

Beri Komentar