Sebaris `Surat Cinta` Allah untuk Dewi Sandra

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 8 September 2016 20:40
Sebaris `Surat Cinta` Allah untuk Dewi Sandra
Hidupnya terpuruk. Keyakinannya luntur. Dia sempat menantang. Namun hidayah menuntutnya. Inilah kisah Dewi Sandra berhijrah

Dream - Panggung itu begitu megah. Dekorasi apik dengan titian tangga di tengahnya. Semua serba putih. Pilar-pilar buatan menyerupai pohon mengapit di sisi kanan dan kiri. Begitu mencolok di tengah atrium mall megah kawasan Senayan.

Sesaat kemudian sesosok wanita serba putih melangkah gemulai. Sama seperti tema pangung itu. Rambutnya tertutup kerudung model masa kini. Tangannya menggenggam erat sebuah microphone. Sejenak menyibakkan busana lebar yang dikenakannya, dia duduk di tengah tangga itu.

Lambat laun lagu mulai mengalun. Si gadis berdiri dari duduknya. Mengikuti irama, dia bernanyi. Lenggak-lenggoknya di atas panggung begitu gemulai. Tak lagi seperti dulu. Lincah dan pecicilan. Anggun bersahaja.

Lirik demi lirik lagu True Color melantun merdu. Lagu terkenal dari penyanyi gaek Phil Chollin. Penonton begitu terhipnotis. Tiga menit waktu berlalu cepat. Dan gadis itu menghilang dari balik panggung. 

Penampilannya membuat kaget. Tak ada lagi pakaian ketat melekat di tubuh. Image wanita seksi seketika tanggal. Berganti keanggunan. 

 

" Rasanya nggak nyangka ya sedih dan senang berbarengan, mixed feelings sampai saya keluar air mata," cerita wanita sendu saat mengisahkan perjalanan hijrahnya di salah satu tayangan stasiun televisi.

Tetiba air matanya menetes. Berbalut pakaian serba putih dengan kerudung ceritanya tak terhenti. Kisah demi kisah terus ia ungkap, sesekali bulir air di pipi diusapnya.

Ini bukan kali pertama penyanyi ini berbagi kisah. Sejak resmi mengenakan hijab di tahun 2012 silam, wanita berparas indo itu seolah tengah jadi langganan pengelola stasiun televisi. Forum-forum pun mengundagnya. Tak lelah bercerita perjalanan spiritualnya hingga berhijab.

Yah, penyanyi itu Dewi Sandra. Semua kaget melihat sosoknya yang baru. Hijab menutup seluruh tubuhnya. Tengok saja masa lalunya. Image seksi sempat melekat di sosok Dewi Sandra. Mungkin inilah yang dinamakan hidayah. Tak bisa diduga kapan datangnya.

 

1 dari 2 halaman

Berulang Kali Menantang

Berulang Kali Menantang © Dream

Dream - Hijrah Dewi hingga menutup aurat memakan waktu panjang. Tidak mudah. Berulang kali ragu sampai 'menantang' Allah. Proses pencariannya berawal dari rasa gelisah yang kerap menghampiri.

Berada di puncak ketenaran, punya karir mapan, dan gelimang harta, Dewi merasa hidupnya tak tenang. Jiwanya tak pernah bahagia. Masalah datang bertubi-tubi. Pernikahannya gagal. Hingga kehilangan sosok orangtua tercinta.

Ujian-ujian itulah yang kemudian membawanya melewati perjalanan spiritual. Mendekat pada Tuhan. " Ya, Allah, salah saya apa? Cobaan apa lagi, sih. Saya enggak ngerti," kenang Dewi kala curhat kepada Tuhan kala itu.

Berbagai cara memperbaiki diri ia tempuh. Tapi hidupnya dirasa tak kunjung baik, Sampai akhirnya Dewi mencoba melakukan sholat Tahajud. Di titik inilah hidayah itu datang.

Sebelum sholat Tahajud, Dewi membuka Alquran. Sembarangan dia membuka Quran itu. Matanya menyorot pada sebuah ayat. Surat Al Ahzab ayat 59. Isinya kewajiban bagi wanita untuk mengenakan hijab.

Hatinya seketika berubah. Memang sempat gamang, inikah jawaban Yang Kuasa. Namun wanita blasteran Inggris-Betawi itu akhirnya yakin mulai berhijab. " Sejak hari itu, saya memutuskan untuk berhijab," tutur Dewi.

Keputusan Dewi semakin mantap, setelah ia sadar bahwa penampilan seksinya selama ini justru memperburuk citra dirinya. " Saya kok merasa risih, ya," katanya. Apalagi banyak request, kata Dewi, agar ia mengenakan pakaian yang semakin mini.

" Lha kalau begini, apa yang saya berikan bukan lagi talenta, kemampuan," ujar dia.

Ketika akhirnya mengenakan hijab, Dewi seolah menemukan jati dirinya sebagai muslimah. Hidupnya berubah seketika. " Aku merasa damai, mengerti tujuan hidup, karena aku sedang mempersiapkan akhir cerita (hidup) aku," kata Dewi.

 

2 dari 2 halaman

`Aku Mau Sesat Kemarin`

`Aku Mau Sesat Kemarin` © Dream

Dream - Satu hal yang masih mengganjal adalah soal pekerjaan. Lantaran berhijab, Dewi jadi lebih hati-hati menerima tawaran job. Lebih selektif. Sama sekali tak ingin mengambil pekerjaan yang tak sejalan dengan visinya kini.

Sempat terbersit dalam pikiran Dewi untuk mundur dari dunia keartisan. " Selektif, iya. Semua pekerjaan aku itu setelah berjilbab, sebenernya aku enggak mau aktif di dunia entertain. Aku mau fokus ke Engkau ya Allah. Aku merasa aku sesat kemarin dalam ideologi aku," katanya.

Namun pada akhirnya, Dewi memilih 'hidup mengalir'. Menyerahkan segalanya pada Allah.

" Apa masih di entertain? Kalau masih di sini, kasihlah pekerjaan yang sesuai jalan-Mu," demikian doanya.

Doanya didengar. Tawaran demi tawaran pekerja justru kian banyak menghampiri Dewi. Beberapa di antaranya bahkan pekerjaan yang diidamkan.

Didaulat jadi brand ambassador produk kosmetik halal terkenal, mengisi soundtrack film religi hingga sederet tawaran membintangi film dan sinetron. Semua berdatangan tanpa ia duga.

" Buat aku cukup lucu dan ironis juga. Karena tadinya (berniat) meninggalkan dunia hiburan, tapi ada tawaran peran yang menarik dan bertubi-tubi," kata Dewi.

Beberapa tawaran peran dalam film diambilnya. Dan tak main-main, film-film yang dibintangi Dewi laris di pasaran dengan jutaan penonton. Tengok saja, '99 Cahaya di Langit Eropa', 'Haji Backpacker' dan 'Air Mata Surga'.

Sinetron yang dibintanginya pun tak kalah terkenal. Perannya sebagai Hana dalam 'Catatan Harian Seorang Istri', sukses menjadi pusat perhatian para penikmat sinetron tanah air.

Nyaris semua film dan sinetron yang diperankannya menyuguhkan pesan Islami pada penonton. Dan inilah yang paling disyukuri Dewi dalam hidupnya saat ini. Di mana pekerjaannya bisa menjadi media belajar sekaligus ladang dakwah.

" Ternyata caranya misterius banget. Dengan lagu, film, semuanya berperan membawa saya kepada proses. Sekarang saya sedang persiapkan ke mana saya akan pulang. Saya sudah lelah dan tidak mau terbuai fatamorgana kehidupan yang begitu indah. Ini pelajaran yang begitu mahal buat saya," tandasnya.(Sah)

(Berbagai sumber)

Beri Komentar