Rata-Rata Muslim Indonesia Habis Rp2 Juta untuk Belanja Online Saat Ramadhan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 Mei 2020 07:33
Rata-Rata Muslim Indonesia Habis Rp2 Juta untuk Belanja Online Saat Ramadhan
Bisnis kue kering juga mulai `gurih` selama Ramadan.

Dream – Bulan Ramadan merupakan salah satu momen keagamaan paling ramai di Tanah Air. Hal ini disebabkan penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. 

Namun perayaan Ramadan tahun ini sedikit berbeda. Pada tahun-tahun sebelumnya, bulan Puasa identik dengan bazar, kegiatan silaturahmi, dan acara berkumpul bersama keluarga maupun kerabat untuk buka puasa atau sahur bersama.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia telah membatasi ruang gerak umat muslim Indonesia untuk melakukan kegiatan rutin seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

Pergantian pola hidup dan cara berinteraksi sosial selama Ramadhan kemarin juga berdampak pada daya dan kebiasaan berbelanja orang Indonesia. Kini berbelanja online menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari membeli bahan makanan hingga baju lebaran.

Dikutip dari survei iPrice, dalam studi yang dibuat bersama JakPat—penyedia layanan survei online pengguna mobile— perilaku berbelanja Muslim di Indonesia saat Ramadan kemarin mengalami pergeseran.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui perilaku berbelanja Muslim Indonesia pada saat Ramadhan di musim pandemi ini. Menggunakan 9 pertanyaan, survei dibagikan ke 1000 responden Muslim.

1 dari 4 halaman

Habiskan Rp500 Ribu-Rp1,9 Juta

Bukan rahasia umum lagi berbelanja untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran di Indonesia dikategorikan sebagai periode sibuk. Kala itu, pembelian akan meningkat dibandingkan dengan bulan biasanya.

Dalam survei ini, kami menemukan sebanyak 45 persen responden menghabiskan sekitar Rp500 ribu-Rp1,99 juta untuk membeli kebutuhan Lebaran tahun ini. Lalu, ada 43 persen yang menghabiskan Rp499.999.

Sementara hanya 2 persen dari responden yang disurvei mengakui teah menghabiskan uang selama Ramadhan hingga Rp2 juta-Rp4,99 juta. Dan 2 persen lainnya membelanjakan uang lebih dari Rp5 juta.

 © Dream

Tidak ada perbedaan yang signifikan jika dilihat perbandingan selama bulan ramadhan dan bulan biasa untuk waktu berbelanja. Pada Ramadan, ada peningkatan intensitas belanja selama jam 04.00-10.00. Saat bulan biasa, hanya ada 15 responden yang berbelanja di kisaran waktu itu.

Selain itu, pada jam 24.00-03.00 juga terjadi peningkatan sebanyak 2 persen dari bulan biasanya. Pada bulan ramadhan tahun ini sebanyak 3 persen responden melakukan online shopping sedangkan bulan biasa hanya 1 persen responden melakukan online shopping pada jam tersebut.

2 dari 4 halaman

Dompet dan Uang Elektronik Makin Populer

Metode pembayaran E-Wallet dan E-Money mulai menjadi pilihan pembayaran utama ketika berbelanja online. Orang Indonesia mulai terbiasa menggunakan metode ini karena dianggap lebih fleksibel dan tidak kompleks baik untuk transaksi online maupun offline.

Dalam survei itu, 30 persen dari responden menggunakan transfer bank sebagai metode pembayaran, 26 persen menggunakan e-wallet atau e-money, 25 persen memilih untuk cash on delivery, 14 persen menggunakan offline payment di retail seperti Alfamart dan Indomaret.

Untuk kartu pembayaran, ada 3 persen responden yang menggunakan kartu debit dan 2 persen kartu kredit.

Membeli kebutuhan Ramadan jauh sebelum bulan ramadhan sepertinya tidak terjadi tahun ini. Berbelanja kebutuhan bulan puasa secara online banyak dilakukan ketika sudah memasuki bulan Puasa.

Ada 36 persen responden berbelanja online untuk kebutuhan ramadhan selama bulan Ramadan hingga menjelang lebaran, 30 persen responden berbelanja kebutuhan ramadhan secara online seminggu sebelum ramadhan.

3 dari 4 halaman

Bisnis Kue Kering Berpotensi Tumbuh

Selama bulan Ramadan, pembelian snack/kue kering yang identik disajikan ketika lebaran juga dilakukan online oleh orang Indonesia. Jika mencari keyword seperti “ kue nastar” atau “ kue kering” banyak pilihan yang bisa dibeli melalui aplikasi e-commerce.

Dalam survei ini, sebanyak 223 atau sekitar 22 persen responden membeli kue kering lebaran di platform online, data ini bisa dijadikan acuan bahwa bisnis kue kering di Indonesia mempunyai potensi besar untuk terus tumbuh.

 © Dream

Produk elektronik juga menjadi kategori yang paling banyak dibeli setelah fesyen. Berdasarkan data iprice mengenai minat berbelanja orang Indonesia selama musim Covid-19 minat pembelian webcam meningkat sebanyak 1572 persen selama musim pandemi ini guna mendukung efektifitas video call selama pemberlakuan WFH (Work From Home) dan belajar dari rumah.

Fashion masih memimpin sebagai kategori yang paling diminati selama berbelanja ramadhan tahun ini yaitu 63 persen diikuti oleh elektronik 45 persen, kebutuhan rumah tangga dan grocery 41 persen, kosmetik 33 persen dan produk kesehatan 30 persen.

4 dari 4 halaman

E-Commerce Ini Jadi Favorit

Sebanyak 82 persen dari total responden menggunakan Shopee sebagai platform untuk berbelanja online selama 3 bulan kebelakang sejak survei ini dilakukan. Hal ini sejalan dengan Peta Persaingan E-commerce Indonesia Q1 2020, Shopee juga memimpin dengan total kunjungan website terbanyak yaitu 71.533.300 selama periode ini. Tokopedia sebagai e-commerce lokal menjadi pilihan kedua untuk aplikasi berbelanja dengan total pengguna sebanyak 56 persen diikuti Lazada 53 persen, Bukalapak 41 persen, dan Blibli 15 persen.

Sementara untuk e-commerce vertikal yang menjual produk spesifik dipimpin oleh Zalora 9 persen, Sociolla 6 persen dan Bhinneka 5 persen.

Penjualan fashion muslim juga masuk ke 10 besar sebagai aplikasi yang diminati oleh responden disurvei ini, Hijabenka dipilih oleh 49 responden 5 persen dan Hijup dipilih oleh 41 responden 4 persen.

Beri Komentar