Ini Faktor yang Bikin Indonesia Jadi Negara Menengah Atas

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 24 Februari 2022 13:35
Ini Faktor yang Bikin Indonesia Jadi Negara Menengah Atas
Indonesia masuk kembali menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country).

Dream - Indonesia kembali menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country). Tahun 2020, Indonesia turun level menjadi negara berpenghasilan bawah (lower middle income country) karena pandemi Covid-19.

" Bangsa Indonesia sedang dipaksa bergegas, karena kita pada hari ini sudah resmi jadi negara kelas menengah dunia," kata Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, Rabu 23 Februari 2022.

" Ini adalah capaian luar biasa, setelah tahun 1998 pencapaian per kapita hanya US$463. Jadi dalam 20 tahun sampai 2018, pertumbuhan ekonomi kita 10 kali lipat atau 1.000 persen," lanjut dia.

Pencapaian yang luar biasa tersebut didukung oleh kinerja pada triwulan IV 2021 yang mampu tumbuh sebesar 5,02 persen (year of year) dan secara keseluruhan 2021 tumbuh sebesar 3,69 persen. 

Pemulihan ekonomi ini juga didukung oleh faktor utama yaitu keberhasilan pengendalian pandemi, partisipasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi, serta efektivitas kebijakan stimulus fiskal oleh pemerintah dengan sinerginya yang baik.

1 dari 8 halaman

PDB per Kapita Indonesia Naik

Tingkat PDB perkapita Indonesia berhasil naik dari 57,3 di tahun 2020 ke 62,2 juta rupiah di tahun 2021 (naik 8,6 persen), atau US$4.349,5. 

Karena pencapaian ini berdasarkan data dari klasifikasi Bank Dunia terakhir (2020), Indonesia kembali masuk ke kelompok negara berpenghasilan menengah atas pada tahun 2021.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengatakan, faktor penting dari pencapaian tersebut tak terlepas dari sinergi antar otoritas dalam menjaga stabilitas dan percepatan pemulihan ekonomi.

" Laju pertumbuhan ekonomi Triwulan IV ditopang oleh pertumbuhan positif seluruh komponen pengeluaran dan sektor produksi utama," kata Febrio dalam keterangan resmi Kemenkeu.

Secara quarter-to-quarter (qtq), pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2021 tercatat 1,06 persen, melampui pola normalnya yang secara historis mencatatkan pertumbuhan negatif (qtq Triwulan IV 2015 – 2019 rata-rata negatif 1,7 persen).

 

2 dari 8 halaman

Keberhasilan Pengendalian Pandemi

Keberhasilan pengendalian pandemi setelah masa penyebaran varian Delta di triwulan III 2021 mampu mendorong kembali keyakinan masyarakat untuk beraktivitas dan dunia usaha untuk berekspansi. 

Dampak positif yang lain, aktivitas ekspor dan impor pun mampu meningkat. Pertumbuhan ekspor meningkat seiring permintaan dan harga komoditas global yang meningkat. Sementara impor juga meningkat, didukung dengan meningkatnya pemulihan permintaan domestik, khususnya sektor produksi.

" Hal ini patut dicatat mengingat masih banyak perekonomian yang belum mampu kembali ke kapasitas sebelum pandemi, seperti Filipina, Mexico, Jerman, Prancis, dan Italia," kata Febrio.

Dari sisi lapangan usaha, sektor-sektor unggulan nasional seperti manufaktur, perdagangan, konstruksi, dan transportasi melanjutkan tren pemulihan dengan mencatat pertumbuhan kuat dari sisi laju pemulihan, PDB Indonesia tahun 2021 berhasil melampaui level periode prapandemi.

 

3 dari 8 halaman

APBN yang Fleksibel dan Responsif

APBN yang fleksibel dan responsif selama pandemi mampu menjaga laju pemulihan ekonomi. Seperti saat pandemi di tahun 2021 dengan penyebaran varian Delta, pemerintah melalui kebijakan refocusing APBN 2021 mampu menanganinya dengan cepat.

Hubungannya dengan penanganan pandemi, program perlindungan sosial yang diperluas dan diperpanjang, serta dukungan pada sektor usaha, dapat menjaga kinerja tetap tumbuh positif pada triwulan III 2021. 

Perkembangan perekonomian dan peran APBN dalam menjaga laju pemulihan di sepanjang tahun 2021 juga dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Seluruh indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan arah perbaikan yang progresif.

" Peran krusial APBN dalam menjaga kualitas sumber daya manusia juga ditunjukkan dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia dari 71,94 tahun 2020 menjadi 72,29 pada tahun 2021," kata Febrio.

Perbaikan ekonomi dan program perlindungan sosial berhasil menurunkan kembali angka kemiskinan ke level single digit 9,71 persen per September 2021 (September 2020 mencapai 10,19 persen). Sementara itu, menguatnya aktivitas ekonomi juga berhasil menyerap sekitar 2,6 juta orang angkatan kerja pada kurun waktu Agustus 2020 - Agustus 2021 sehingga tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,49 persen per Agustus 2021 (Agustus 2020: 7,07 persen).

 

4 dari 8 halaman

Pendapatan Negara Meningkat

Pertumbuhan ekonomi juga memberikan efek positif pada Pendapatan Negara yang tumbuh sebesar 21,6 persen, terutama ditunjang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 19,2 persen (yoy) atau mencapai 103,9 persen dari target APBN dan kembali pada level pra-pandemi pada tahun 2019.

Sementara itu data realisasi sementara Belanja Negara T.A. 2021 mencapai Rp 2.786,8 Triliun (101,3 persen dari pagu).

Realisasi sementara yang lain dalam Program PEN 2021 sebesar Rp658,6 Triliun (88,4 persen dari Pagu Rp744,77 T), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp575,8 Triliun. 

 

5 dari 8 halaman

Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran

Penanganan pandemi covid-19 yang terkendali juga membuat Indonesia mengalami  fenomena 'pent up demand’. Yaitu konsumsi masyarakat yang diikuti dengan peningkatan aktivitas investasi.

Khususnya pada penyebaran varian Delta yang berhasil dikendalikan dengan cepat dan efektif mampu mendorong aktivitas Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 3,55 persen (yoy) di Triwulan IV 2021.

Secara keseluruhan 2021, Konsumsi Rumah Tangga tumbuh progresif sebesar 2,02 persen setelah terkontraksi 2,63 persen di 2020. Sementara itu, aktivitas investasi (PMTB) yang sempat tertahan, juga kembali dapat meningkat 4,49 persen pada Triwulan IV 2021.

Keberlanjutan Program Strategis Nasional dan belanja modal pemerintah serta mulai membaiknya kinerja investasi sektor swasta menjadi penopang perbaikan laju pertumbuhan investasi pada Triwulan IV. Secara keseluruhan 2021, Investasi kembali tumbuh positif 3,80 persen setelah tumbuh negatif 4,96 persen di 2020.

Konsumsi Pemerintah juga mampu tumbuh 5,25 persen (yoy) di Triwulan IV atau 4,17 persen secara keseluruhan 2021 sejalan dengan peningkatan realisasi belanja negara, khususnya terkait akselerasi program vaksinasi, keberlanjutan program perlindungan sosial, serta pelaksanaan layanan publik pemerintah.

 

6 dari 8 halaman

Ekspor dan Impor Meningkat

Ekspor pun mencatatkan laju pertumbuhan tingginya pada Triwulan IV sebesar 29,83 persen (yoy). Laju pemulihan ekonomi global menjadi faktor utama yang menjaga kinerja ekspor Indonesia, terutama bersumber dari ekspor nonmigas seperti olahan CPO, kendaraan Bermotor, dan mesin.

Selain itu, ekspor hasil hilirisasi mineral logam tumbuh signifikan di sepanjang tahun 2021 (ekspor besi baja tahun 2021 termasuk hasil olahan nikel tumbuh 92,9 persen yoy). 

Di sisi lain, kinerja Impor juga tumbuh tinggi mencapai 29,60 persen (yoy), didominasi oleh importasi barang modal dan bahan baku, mencerminkan peningkatan aktivitas produksi domestik pada periode selanjutnya. 

Secara keseluruhan tahun 2021, kinerja ekspor dan impor barang dan jasa tumbuh tinggi masing-masing sebesar 24,04 persen dan 23,31 persen.

 

7 dari 8 halaman

PDB Tumbuh Positif

Kontributor utama PDB dari sisi produksi juga mampu tumbuh positif. Sektor Industri Pengolahan, yang berkontribusi paling besar terhadap ekonomi Indonesia, tumbuh sebesar 4,92 persen (yoy) pada Triwulan IV atau 3,39 persen secara tahunan di 2021. 

Peningkatan permintaan ekspor yang tinggi serta permintaan dalam negeri yang mulai pulih menjadi fondasi penting yang mendorong pemulihan sektor ini.

Hingga saat ini, ekspansi sektor manufaktur masih terus meningkat, sebagaimana ditunjukkan oleh indikator Purchasing Managers' Index yang terus naik dari 53,5 pada Desember 2021 menjadi 53,7 pada Januari 2022. 

Pemulihan sektor manufaktur yang berkesinambungan ini diharapkan memperkuat basis pertumbuhan ekonomi nasional dan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih besar dan berkualitas.

 

8 dari 8 halaman

Sektor Perdagangan Tumbuh Kuat

Sektor perdagangan juga tumbuh kuat pada Triwulan IV sebesar 5,56 persen (yoy) atau 4,65 persen secara keseluruhan tahun 2021. Membaiknya mobilitas masyarakat yang sejalan dengan kondisi pandemi juga mendukung pertumbuhan ini.

Kinerja perdagangan kendaraan bermotor yang signifikan juga didukung oleh kebijakan pemberian PPnBM DTP untuk pembelian mobil. Tingkat penjualan mobil ritel mampu tumbuh 53,9 persen (yoy) pada Triwulan IV atau 49,3 persen (yoy) di sepanjang tahun 2021.

Kinerja sektor penunjang pariwisata pun mulai menunjukkan perbaikan, meski masih di bawah level pre-pandemi. Sektor Transportasi dan pergudangan tumbuh tinggi sebesar 7,93 perswn (yoy) (keseluruhan 2021: 3,24 persen) sementara Sektor Penyediaan Akomodasi Makan-minum juga tumbuh positif 4,95 persen (keseluruhan 2021 3,89 persen).

Aktivitas pariwisata juga mulai bangkit di tengah pandemi ini, dengan kepercayaan masyarakat pada relaksasi pembatasan kegiatan dan aturan perjalanan. Adaptasi penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata juga mempunyai peran penting dalam memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan.

Sumber: Merdeka.com

 

Beri Komentar