Prudential: 20% Warga Non Muslim Indonesia Ingin Miliki Asuransi Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 19 Mei 2020 07:12
Prudential: 20% Warga Non Muslim Indonesia Ingin Miliki Asuransi Syariah
Generasi milenial yang ingin terdaftar sebagai peserta asuransi syariah juga meningkat.

Dream – Prudential Indonesia baru saja merilis survei asuransi syariah di Indonesia. Hasilnya, semakin banyak masyarakat yang berminat kepada asuransi syariah.

Survei tersebut melibatkan 5 ribu responden yang merupakan keluarga kelas menengah ke atas. Survei dilakukan pada 12 Februari-6 Maret 2020 di 20 kota besar di Indonesia.

Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020, mengatakan hasil survei menemukan jika  minat masyarakat terhadap asuransi syariah naik dari 40 persen pada 2016 ke 58 persen pada 2020.

Yang menarik, kata dia, sebanyak 44 persen dari responden yang berminat tersebut berasal dari kalangan generasi milenial.

“ Generasi milenial semakin hari semakin paham asuransi syariah,” kata Nini.

Selain itu, asuransi ini mencatat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap asuransi syariah naik dari 31 persen pada 2016 menjadi 39 persen pada 2020.

“ Angka 39 persen memang kelihatan rendah. Tapi, dengan 8 persen increasing, itu luar biasa. Tidak mudah (memberikan) edukasi kepada seluruh masyarakat,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Potensi Nyaris Rp10 Triliun

Nini menyebut potensi asuransi syariah di Indonesia mencapai Rp9,6 triliun untuk tiga tahun ke depan. Dikatakan bahwa mayoritas peminat produk ini adalah Muslim, yaitu 81 persen. Sisanya adalah non-Muslim.

“ Hampir 20 persen non-Muslim tertarik untuk membeli syariah,” kata dia.

Prudential juga mencatat ada lima jenis asuransi yang menjadi pertimbangan masyarakat Indonesia. Kelimanya adalah asuransi kesehatan, kecelakaan diri, pendidikan, investasi, dan pensiun. 

2 dari 5 halaman

Prudential Rilis Asuransi Syariah Tanda Cinta untuk Keluarga

Dream - Tingkat pemahaman masyarakat akan pentingnya asuransi harus diakui masih rendah. Banyak keluarga atau pribadi yang belum sadar akan pentingnya perlindungan jiwa menghadapi risiko yang bisa saja menghadang.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada 2019 mencatat tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2 persen dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh tertinggal dari negara-negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan 8,4 persen dan Jepang 6,2 persen.

Kabar baiknya, tingkat literasi masyarakat terhadap asuransi syariah sedikit lebih baik. Indeks literasi asuransi syariah sudah mencapai 1,92 persen. Berdasarkan data AAJI kuartal III, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu dan 1,3 juta orang yang memiliki polis syariah.

 

 © Dream

 

Untuk mendorong literasi keuangan syariah, Prudential Indonesia memperkenalkan pendekatan berbeda kepada masyarakat. Tak hanya dipandang sebagai produk, asuransi syariah juga menjadi tanda cinta bagi diri sendiri maupun keluarga. 

Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo mengakui produk asuransi syariah terbaru dari perusahaan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan asuransi syariah di Indonesia, terlebih penetrasi pasarnya masih kecil.

Diberi nama PRUCinta, Nini mengatakan produk asuransi ini berusaha melindungi keluarga lebih optimal, terjangkau, lebih mudah dipahami, dan relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga.

" Prucinta adalah warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang dapat hidup selamanya," kata Nini, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.

Menurut Nini, PRUCinta  merupakan produk asuransi jiwa yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari masalah finansial. 

Menurut data dari OJK, mayoritas masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan hanya berfokus pada kebutuhan sehari-hari, cuman 1,5 persen yang sudah mempersiapkan dana darurat. 

Sebanyak 72,1 persen responden mengaku hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, jika terjadi sesuatu yang mendesak seperti musibah kehilangan sumber pendapatan utama, jangka waktu ketahanan keuangannya relatif lemah. Belum lagi ada risiko kematian yang bisa terjadi kepada siapa pun. 

" Oleh karena itu asuransi diperlukan untuk melindungi ketahanan keuangan keluarga," kata dia.

3 dari 5 halaman

Ini Benefit yang Ditawarkan PRUCinta

Head of Product Development Prudential Indonesia, Himawan Purnama, mengatakan produk asuransi ini memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari dana tabarru selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun.

" PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100 persen kontribusi yang dibayarkan jika tak ada klaim selama masa kepesertaan," kata Himawan. 

Dia juga mengatakan produk asuransi jiwa syariah juga memberikan manfaat 3 kali santunan meninggal akibat kecelakaan dan 4 kali untuk yang meninggal. 

(Laporan: Shania Suha Marwan)

4 dari 5 halaman

Prudential Indonesia Rambah Bisnis Asuransi UMKM

Dream - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mulai merambah bisnis asuransi karyawan untuk sektor UMKM. Lini bisnis diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia.

" Ini pertama kalinya kami fokus kepada UMKM dan businessman karena sebelumnya fokus kepada asuransi jiwa keluarga dan ritel," kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch, dalam peluncuran PRUworks di Jakarta, Rabu 19 Juni 2019.

Reisch mengatakan saat ini jumlah UMKM di Indonesia lebih dari 60 juta. Sektor ini menyumbang 60 persen pemasukan nasional dan menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia.

" Kami juga bisa memberikan kontribusi kepada pertumbuhan UMKM (melalui PRUworks)," kata dia.

 

 © Dream

 

Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Nick Holder, mengatakan tantangan yang paling sering dihadapi pelaku UMKM adalah benefit yang didapatkan karyawan. Keberadaan benefit dari perusahan dapat menjadi alasan yang membuat karyawan bertahan.

" Produk ini spesial didesain untuk membantu wirausaha mengembangkan usahanya. Pebisnis sibuk banget. PRUworks dibuat semudah mungkin," kata dia.

Holder menjelaskan PRUworks menawarkan lima kemudahan, yaitu mudah persyaratan, mudah pilih manfaat, mudah pengajuan klaim, mudah mendapatkan informasi dan proses kepesertaan, serta mudah klaim.

Head of Product Development Prudential Indonesia, Himawan Purnama, menerangkan ada tiga pilihan produk yang ditawarkan dari PRUworks.

1. PRUCorporate Life, asuransi jiwa kumpulan yang memberikan uang pertanggungan meninggal dunia yang dilengkapi asuransi tambahan yang bisa dipilih, seperti manfaat cacat total dan tetap dan penyakit kritis.

2. PRUCorporate Personal Accident: asuransi kecelakaan diri yang memberikan uang pertanggungan meninggal dunia karena kecelakaan dilengkapi dengan asuransi tambahan, seperti manfaat cacat tetap dan penggantian biaya medis.

3. PRUCorporate Medical: asuransi kesehatan kumpulan yang memberikan penggantian medis atas pengobatan rawat ina yang dilengkapi asuransi tambahan yang bisa dipilih, di antaranya manfaat persalinan, rawat jalan, dan perawatan gigi.

5 dari 5 halaman

Aset Syariah Prudential Indonesia Capai Rp9,2 Triliun

Dream - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melaporkan pendapatan premi perusahaan sepanjang 2018 mencapai Rp25,4 triliun. Sementara total klaim dan manfaat yang telah dibayarkan pada pemegang polis mencapai Rp12,3 triliun. 

Dikutip dari keterangan tertulis Prudential yang diterima Dream, 2 April 2019, prudential Indonesia saat ini mengelola aset syariah sebesar Rp9,2 triliun. Kontribusi tabbaru mencapai Rp2,4 triliun. 

Tabarru Prudential Indonesia juga mendanai modal berbasis risiko sebesar 2,488 persen dan dana perusahaan sebesar 10,002 persen.

President Director Prudential Indonesia, Jein Reisch, mengatakan posisi modal berbasis risiko sebesar 752 persen.

Jein optimistis dengan pertumbuhan bisnis asuransi jiwa di Tanah Air. Mengutip data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), masyarakat Indonesia yang sudah mempunyai polis asuransi jiwa baru mencapai 6,6 persen.

" Ini berarti 93,4 persen masyarakat Indonesia masih belum terlindungi asuransi," kata Reisch.

Melihat kondisi tersebut, perusahaan terpacu untuk menghadirkan berbagai produk yang bisa memenuhi kebutuhan perlindungan dan rencana keuangan jangka panjang untuk masyarakat Indonesia.(Sah)

Beri Komentar