Heboh Sepeda Lipat Mahal Brompton di Pesawat Garuda, Ini Sejarah dan Harganya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 4 Desember 2019 17:36
Heboh Sepeda Lipat Mahal Brompton di Pesawat Garuda, Ini Sejarah dan Harganya
Ada yang setara dengan Wuling Confero dan Daihatsu Sigra!

Dream - Berita pesawat Airbus A330-900 Garuda Indonesia yang mengangkut sparepart Harley Davidson, menjadi perhatian publik belakangan ini. Tak hanya suku cadang motor gede, pesawat berbadan bongsor baru milik Garuda Indonesia ini juga kedapatan mengangkut sepeda brompton.

Manajemen Garuda Indonesia mengakui sepeda Brompton dan spartpart Harley tersebut milik salah satu pegawainya. Dua barang tersebut disimpan di bagasi saat pesawat tersebut datang untuk pertama kalinya di Indonesia. 

Di kalangan para biker, Brompton bukan sepeda biasa. Harganya yang sangat mahal untuk ukuran sebuah sepeda lipat membuat Brompton kerap dianggap simbol status buat pemiliknya.

Mengutip laman Brompton.com, Brompton merupakan sepada yang sudah hadir 44 tahun. Inspirasi desain sepeda lipat Brompton pertama kali hadir pada 197 dari karya Andrea Ritchie di sebuah flat di Brompton Oratory di South Kensington, London, Inggris.

Sepeda pertama Brompton muncul pada tahun 1977 dengan desain yang masih kasar namun dengan lipatan cukup rapi. Kemunculannya menjadi revolusi dalam bisnis sepeda kala itu.

Produksi Brompton baru dimulai di tahun 1981 dan tujuh tahun kemudian dibuat di sebuah pabrik di Brentford, London Barat. Setahun sebelumnya, pada 1987, Brompton mendapat anugerah produk terbaik di acara Cyclex yang digelar di Olympia, London.

Puncaknya, Brompton mendapat penghargaan dari Ratu Inggris pada 2006 karena kinerja ekspornya yang memuaskan. Sejak saat itulah Brompton mulai dikenal di kalangan pecinta sepeda seluruh dunia. 

Untuk memiliki sepeda ini, seseorang harus menyiapkan kocek sangat dalam. Saking mahal dan prestise, Brompton menjual sepeda dengan harga setara dengan sebuah motor matic atau mobil murah LCGC.

 

1 dari 4 halaman

Dikutip dari mainsepeda.com, Rabu 4 Desember 20109, sepeda ini dibuat secara “ handmade” di London, Inggris. Bentuknya mungil dan sederhana. Bentuknya yang bisa dilipat menjadi daya tarik karena hanya menghabiskan sedikit ruang penympanan.

Sepeda ini punya tiga pilihan handle bar, mulai dari tipe klasik M dan H, handlebar lebar tipe S dan cyclist.

Lantas berapa harga? Dikutip dari berbagai e-commerce, sepeda ini dijual dengan harga mulai puluhan juta rupiah. Harganya sama dengan satu unit motor, bahkan seharga mobil. 

Misalnya, sepeda lipat Brompton S6R 2019 dijual senilai Rp20,14 juta, M6L 2018 senilai Rp27,45 juta, dan S6R black edition orange Rp58,5 juta.

Ada juga yang harganya setara dengan Daihatsu Sigra dan Wuling Confero. Ada sepeda Brompton yang dijual dengan harga setara Sigra, yaitu SE6 Titanium Edition yang dijual seharga Rp126,77 juta dan sepeda Brompton modifikasi Rp180 juta--setara dengan Confero.

Tertarik punya sepeda mahal ini?

2 dari 4 halaman

Heboh Pegawai Garuda Bawa Sparepart Moge, Menteri BUMN: Lebih Baik Undur Diri

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta pegawai PT Garuda Indonesia Tbk yang membawa suku cadang motor gede Harley Davidson untuk mengundurkan diri. Cara ini dianggap lebih terhormat daripada namanya terburu diketahui publik.

Kalaupun tidak mengundurkan diri, Erick memastikan kementerian BUMN akan memecatnya jika memang terbukti melakukan pelanggaran.

Mengutip dari Merdeka.com, Rabu 4 Desember 2019, Erick memastikan akan mencopot pelaku yang terbukti melakukan penyelundupan barang mewah. Namun sebelumnya, kementerian BUMN akan menyerahkan temuan ini kepada Kementerian Keuangan melalui Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk menganalisa peristiwa yang sebenarnya terjadi.

" Ada tidak kasus-kasus seperti yang disampaikan, kalau benar (terbukti) ya harus dicopot," kata Erick di Jakarta.

Menurut Erick, pelaku sebaiknya mengundurkan diri secara langsung. Cara ini dianggap lebih hormat daripada namanya keburu diketahui masyarakat.

" Lebih baik sebelum ketahuan lebih baik mengundurkan diri. Kalau benar, kita juga mesti ada praduga tak bersalah. Kalau benar ya kita copot," kata Erick.

Disinggung kemungkinan kementerian BUMN akan merombak jajaran manajemen Garuda, Erick menegaskan sampai saat ini belum ada rencana tersebut. Namun dia mengakui jika insiden sparepart Harley dan sepeda mahal Brompton di dalam bagasi pesawat Airbus yang baru didatangkan Garuda bisa jadi alasan untuk melakukan perombakan.

" Direksi Garuda belum ada rencana di rombak, tapi kita liat proses dari proses ini," kata dia.

 

 

3 dari 4 halaman

Heboh Pesawat Baru Bawa Spare Part Moge Ilegal, Ini Kata Garuda Indonesia

Dream - Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk, menegaskan komponen sepeda motor besar, Harley Davidson, yang tersimpan di bagasi salah satu pesawatnya merupakan milik pegawai. Perusahaan memastikan barang tersebut bukan untuk diperjualbelikan.

Kabar penemuan komponen motor berharga mahal asal Amerika Serikat itu sempat menjadi sorotan publik. Barang tersebut ditemukan di salah satu pesawat Airbus A300-900 miliar Garuda yang melayani rute penerbangan ke luar negeri.

Vice President PT Garuda Indonesia Tbk, M Ikhsan Rosan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 3 Desember 2019, menjelaskan pesawat Airbus A300-900 itu tiba di Tanah Air pada 17 November 2019. Pesawat ini datang dengan membawa beberapa spare part motor gede (Moge) dalam penerbangannya.

 

 © Dream

 

Menurut Ikhsan, semua barang yang dibawa di dalam pesawat telah dilaporkan kepada petugas kepabeanan, termasuk bawaan (bagasi) karyawan onboard. Dari pemeriksaan Bea Cukai tidak mengindikasikan ada pelanggaran kepabeanan di bagian kokpit dan kabin penumpang.

Tapi, di bagasi, ditemukan suku cadang moge yang tidak diproduksi di Indonesia. Spare part ini dibawa oleh salah satu karyawan onboard dalam penerbangan.

“ Spare parts yang dibawa oleh karyawab onboard dalam pesawat tersebut juga telah melalui proses kepabeanan di Delivery Center Airbus di Toulouse, Perancis,” kata dia di Cengkareng, Banten.

 

 

4 dari 4 halaman

Bukan untuk Dijual?

Sebelum pesawat mendarat, lanjut Ikhsan, maskapai telah meminta izin kepada otoritas bandara untuk langsung membawa pesawat ke Garuda Maintenance Facility (GMF). Perusahaan ini akan melaksanakan prosedur keimigrasian dan kepabeanan di area GMF.

Spare part tersebut akan digunakan oleh karyawan tersebut dan bukan diperjualbelikan,” kata dia.

Ikhsan juga mengatakan suku cadang itu diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. perusahaan memastikan akan tunduk dan siap untuk mematuhi aturan yang berlaku dari kepabeanan.

“ Karyawan Garuda Indonesia tersebut akan tunduk dan mematuhi segala aturan yang berlaku atas putusan dari kepabeanan, misalnya harus membayar bea masuk atau prosedur-prosedur lain yang akan dikenakan,” kata dia.(Sah)

 

 

 

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'