Terpaksa PSBB Ketat, Gubernur Ganjar: Pengusaha Wisata, Mohon Maaf Anda Rugi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 8 Januari 2021 09:12
Terpaksa PSBB Ketat, Gubernur Ganjar: Pengusaha Wisata, Mohon Maaf Anda Rugi
Ganjar Pranowo memutuskan untuk melakukan PSBB di tiga daerah yakni Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.

Dream - Wabah virus corona belum usai malah menunjukan peningkatan kasus positif baru di tanah air. Untuk pertama kalinya, Satgas Covid-19 melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi baru sudah melewati angka 9.000 orang dalam satu satu.

Langkah responsif dibuat pemerintah dengan menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperketat di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021.

Di Jawa Tengah, sang Gubernur Ganjar Pranowo memutuskan untuk menjalankan pengetatan PSBB di tiga daerah yakni Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.

Ganjar juga mengawasi dengan ketat operasional tempat wisata. Tidak hanya itu, Ganjar juga melakukan edukasi dan dialog dengan pengusaha pariwisata, hotel, dan lainnya.

" Pengusaha pariwisata, mohon maaf Anda (akan) rugi. Kita sudah tidak bisa tipu-tipu lagi," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis 7 Januari 2021.

Ganjar meminta semua pihak berkorban di awal untuk mendapatkan `investasi` jangka panjang berupa berkurangnya wabah Covid-19. Ganjar berharap PSBB selama dua minggu tersebut bisa menekan jumlah kasus baru virus corona dan membawa angin segar bagi pengusaha.

Sekedar info, mengutip data dari situs Tanggap Covid-19, Provinsi Jawa Tengah, tercatat adanya penambahan kasus baru sebanyak 1.372 per 7 Januari 2021.

(Sah)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 3 halaman

Pengorbanan 2 Minggu

2 dari 3 halaman

Wabah Corona, Gubernur Ganjar: Kesempatan Bangsa Ini Mandiri

Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ingin menjadikan wabah virus corona, Covid-19, bisa membangun kemandirian bangsa.

Salah satunya, produksi hand sanitizer dari beberapa perguruan tinggi dan SMK menggunakan bahan non-alkohol.

" Ini kesempatan bangsa ini mandiri. Ini kesempatan bangsa ini berdikari," kata Ganjar, Rabu, 18 Maret 2020.

Ganjar mengambil contoh Korea Selatan dalam menangani wabah virus corona. Di Negeri Gingseng itu, dalam sehari produksi masker bisa meningkat menjadi 14 juta.

" Kita mesti tiru ini," ucap dia.

Ganjar juga memantau langkah kuratif yaitu, kegiatan pengobatan untuk penyembuhan penyakit, hingga pengurangan penderitaan akibat penyakit, dan pengendalian penyakit.

Seperti terus memantau perkembangan kuratif berupa mendata persoalan penyediaan alat kuratif yang saat ini kurang.

" Sekarang kita meminta untuk dicari PIC (person in charge) siapa, contact person-nya siapa, terus kita meminta kapasitas yang ada di sana berapa. Intinya satu, kita akan sedikit memaksa agar peralatan-peralatan untuk kuratif ini, terutama alat pelindung diri (APD) ini, ada," beber dia.

3 dari 3 halaman

Peralatan yang Memadai

Termasuk juga masker, baju hazmat, hingga Virus Media Transfer (VTM). Dia mengatakan, Jateng butuh banyak VTM. Karena itu, pihaknya juga terus mencari siapa yang bisa memproduksi banyak VTM.

" Kita akan paksa untuk produksi lebih banyak," kata dia.

Bahkan bila nanti keputusan otoritasnya di kementerian, Ganjar akan bicara langsung dengan kementerian.

" Intinya, hari ini masker, APD yang baju, VTM harus diproduksi banyak. Negara harus memproduksi banyak. Tekan seminim mungkin harga sehingga bisa dilakukan efisiensi," ujar dia.

Pemerintah daerah juga sudah siap dengan perubahan anggaran atau mendahului anggaran kaitannya penanganan dari antisipasi mewabahnya Corona. Hal itu juga telah diperintahkan mendagri.

Adapun langkah preventif yang juga dilakukan yaitu akan libatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan cerdas dan pintar. Tentu mereka harus paham tentang Covid-19 agar mereka bisa melakukan sosialisasi.

Sumber: Merdeka.com/Rizlia Khairun Nisa

Beri Komentar