Kunjungi MUI, Menkeu Unjuk Kinerja Keuangan Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 23 Mei 2018 19:30
Kunjungi MUI, Menkeu Unjuk Kinerja Keuangan Syariah
Dia juga mendukung MUI untuk mengembangkan keuangan syariah.

Dream – Keuangan syariah harus terus diperbaiki dan diperkuat. Sebab, keuangan syariah akan kembali dinikmati oleh umat Muslim di Indonesia.

Kementerian Keuangan juga siap mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendorong keuangna syariah.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan hal ini ketika bersilaturahmi ke kantor MUI.

Dikutip dari akun Facebook resmi Sri Mulyani, Rabu 23 Mei 2018, Sri Mulyani menyampaikan perkembangan penggunan instrumen syariah dalam keuangan negara. Menkeu dan Ketua Umum MUI juga membahas mengenai zakat, wakaf, dana haji, kredit UMKM dan kredit Ultra Mikro.

" Juga beasiswa LPDP yang diberikan kepada santri baik yang sekolah di dalam maupun luar negeri," tulis Sri Mulyani dalam unggahannya.

Sri Mulyani memastikan kementeriannya siap membantu dan akan terus mendukung kinerja MUI. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Menkeu menaruh perhatian besar pada keuangan berbasis syariah untuk terus diperbaiki dan diperkuat agar manfaatnya kembali dinikmati oleh umat muslim Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu sempat menjelaskan tentang realisasi pelaksanaan APBN 2018 sampai April 2018. Sri Mulyani memastikan penerimaan negeri sangat bagus meski terjadi defisit yang relatif kecil.

“ Hanya separuh bila dibandingkan bulan yang sama pada 2017. Ini menunjukkan APBN yang semakin sehat,” kata mantan direktur perencanaan Bank Dunia.

Khusus untuk produk syariah, Menkeu mengatakan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) telah berperan penting dalam anggaran negara. Jika pada 2008 penjualan SBSN baru mencapai Rp4,7 triliun. Kini, telah menyentuh angka Rp884,3 triliun.

“ Selama satu dekade, SBSN telah menjadi instrumen pembiayaan dan investasi syariah yang penting, serta turut berperan langsung dalam pembangunan infrastruktur di Tanah Air,” kata dia.

Sepanjang 2013—2017, sukuk negara telah dimanfaatkan untuk membiayai proyek-proyek besar, seperti pembangunan jalan dan jembatan, rel kereta api, 328 proyek sumber daya air, pengembangan dan revitaliasi asrama haji, serta pembangunan dan pengembangan 32 madrasah.

(Sah)

Beri Komentar