Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Swalayan TipTop (smartgeneration.wordpress.com)
Dream - Tempaan pendidikan berniaga sang Ayah dibarengi ajaran akhlak berdagang, sukses membawa Rusman Maamoer, membangun bisnis minimarket. Berbeda dengan supermarket lain, TipTop menjalankan bsnis sesuai prinsip Islam.
Mulai menapak dunia bisnis dengan berjualan kelapa, Rusman menjajal peruntungan di industri ritel. Supermarket jadi pilihannya usai melalangbuana ke tanah Eropa. (Baca: Kisah Lengkap Rusman Maamoer rintis Swalayan TipTop disini)
Pilihannya tak salah. Berawal dari toko minimarket seluas 400 meter persegi, Rusman membawa TipTop jadi swalayan besar. Namun cobaan muncul.
Juni 1991, swalayan TipTop di Rawamangun dilanda musibah . Api melalap semua toko yang dirintisnya itu. Barang persediaan, invetori, gedung, semuanya ludes terbakar. Tak ada yang tersisa.
Tak hanya Rusman, musibah ini memukul perasaan karyawannya. Sedih bahkan menangis melanda hati para pegawai.
"Kita sedang dicoba oleh Allah, apakah mampu atau tidak kita melewatinya. Kalau mampu, kita akan “naik kelas”. Kalau tidak, malah akan ditutup segala pintu rizki oleh Allah," ujar Rusman pada anak buahnya seperti dikutip Dream dari laman pengusahamuslim.com Kamis, 19 Februari 2015. "Sayapun sudah bertekad, harus bangkit kembali."
Sewaktu api masih mengganas, Rusman memutuskan untuk pulang. Kewajiban salat subuh memanggilnya. "Setelah sholat, rasanya muncul cahaya, bahwa ternyata itu bukan hukuman. Tapi cobaan dari Allah," ujarnya.
Tekad bersambut. Pemerintah Daerah setempat meminta Rusman membangun kembali bisnisnya. Bahkan bantuan siap diberikan padanya. "Saya sangat terharu, rasanya mereka kok lebih berkepentingan dari pada kami," ujarnya.
Tak butuh waktu lama, TipTop kembali berdiri. Di areal lama selang dua pekan, TipTop beroperasi. Namun cobaan belum berhenti. Tumpukan utang hingga Rp 2 miliar membelit Rusman. Dia punya stok barang milik para pemasok.
Sampai akhirnya pada 1992, semua terbayar lunas. Semua dilalui dengan perjuangan siang malam. Februari 1992, semua kembali normal. (Ism)
NEXT >>> Niat Buka TipTop Dekat Masjid Nabawi...
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari