Hore! Tarif LRT Jabodebek Ditetapkan Rp12 Ribu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 15 Februari 2019 18:38
Hore! Tarif LRT Jabodebek Ditetapkan Rp12 Ribu
Moda transportasi ini akan beroperasi 2021.

Dream – Pemerintah menetapkan tarif kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek sebesar Rp12.000. Direncanakan proyek LRT yang tengah dikebut PT Adhi Karya Tbk tersebut sudah bisa beroperasi bulan Maret 2021.

Kepala Divisi LRT Jabodebek PT KAI, John Roberto mengatakan, tarif tersebut lebih murah dari usulan yang diajukan perusahaan. 

" Sudah ditetapkan, nanti tarif hanya Rp12 ribu karena dapat subsidi," kata John di Grandhika Hotel, Jakarta, Jumat 15 Februari 2019.

Menurut John, penetapan tarif LRT Rp12 000 telah memperhitingkat tingkat ekonomi masyarakat. Jika tak diberikan subsidi, PT KAI seharusnya mematok tarif LRT Rp30 ribu.

" Tapi pemerintah menyatakan masyarakat mampunya Rp12 ribu, jadi disubsidi," kata dia.

1 dari 3 halaman

Subsidi Harusnya Lebih Besar

Pengamat transportasi, Darmaningtyas menuturkan, seharusnya pemerintah memberikan subsidi lebih besar lagi. Jika masyarakat mampu dipindahkan ke transportasi massal, ini akan mengurangi kemacetan, polusi udara di DKI dan lainnya.

" Kalau saya sih tarif Rp10 ribu dengan subsidi tambah itu lebih baik dibanding kendaraan motor memadati jalan Jakarta, karena kerugian akan jauh lebih besar," kata Darmaningtyas.

Sekadarimfor,royek LRT Jabodebek ini memiliki panjang 44 kilometer dari Stasiun Bekasi Timur-Dukuh Atas, Ciracas- Dukuh Atas, Cibubur-Dukuh Atas.

Direktur Operasi II PT Adhi Karya Tbk, Pundjung Setya Brata mengatakan, pembangunan LRT Jabodebek tahap I mencapai 58,3 persen. 

2 dari 3 halaman

Kapan MRT Beroperasi?

 

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, menghaarapan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan beroperasi pada awal Maret 2019. MRT ini akan beroperasi dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun MRT Lebak Bulus.

“ Kita harapkan awal Maret sudah beroperasi,” katanya .

Budi Karya mengatakan proses pengoperasia MRT kini tinggal menunggu sertifikasi dua stasiun terakhir. Diperkirakan proses ini akan rampung dalam satu pekan ke depan. 

Bagaimana dengan tarif? Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini mengatakan tarif kereta itu akan ditentukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pembahasan-pembahasan bersama Kementerian Perhubungan.

Budi Karya memastikan tarif MRT Jakarta akan disubsidi. Jika tidak, ongkos naik kereta ini akan memberatkan masyarakat.

“ Skema penentuan tarifnya beragam, tapi yang pasti MRT harus disubsidi, jika tidak disubsidi, masyarakat berat untuk membayarnya” kata dia.

Budi Karya juga mengapresiasi MRT Jakarta yang telah membangun kereta dengan baik sampai siap beroperasi secara komersial.

Menhub mengapresiasi PT. MRT yang telah membangun MRT dengan sangat baik yang siap beroperasi secara komersil untuk melayani masyarakat banyak.

“ Saya sangat apresiasi dengan PT. MRT, karena kerjanya luar biasa dan juga apresiasi terhadap Jepang yang sudah memberikan teknologi yang terbaik. Teknologi MRT yang ada di indonesia adalah teknologi yang terakhir yang paling canggih,” kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Foto Penampakan Terkini Stasiun LRT Jabodebek

Dream – PT Adhi Karya Tbk saat ini masih menyelesaikan proses pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Biaya pembangunan proyek ini menghabiskan dana Rp673 miliar perkilometer.

Rencananya LRT yang dibangun sepanjang 44,3 kilometer ini akan mulai dioperasikan sepenuhnya pada tahun 2021 mendatang.

Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai 56 persen.

 LRT ini rencananya akan beroperasi pada 2021.

Jurnalis Dream, Muhammad Ilman Nafi'an berkesempatan untuk mengunjungi beberapa lokasi pembangunan stasiun LRT yakni di Cawang, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam kunjungan pertama di Stasiun LRT Cawang, masih terlihat konstruksi besi saja. Sekilas, penampakan bangunan yang akan menjadi tempat naik dan turunnya penumpang ini belum terlihat layaknya seperti sebuah stasiun.

Para pekerja tengah sibuk memasang rangkaian besi yang nantinya akan dicor. Stasiun Cawang ini, merupakan tempat transit perjalanan dari Stasiun LRT Bekasi Timur, Ciracas dan beberapa stasiun lain menuju stasiun Setiabudi, Jakarta Selatan, Kuningan, Jakarta Selatan hingga Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Bergeser ke Stasiun LRT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dari kejauhan terlihat adanya konstruksi atap baja yang melengkung. Mirip seperti terowongan.

 Pembangunan proyek LRT di Stasiun Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Meski masih ada pekerjaan konstruksi, progres pembangunan di Stasiun TMII ini lebih cepat dibanding Stasiun LRT Cawang.

Stasiun LRT TMII yang berada di sebrang Taman Mini Square ini memiliki dua lantai. Di mana lantai pertama digunakan untuk membeli tiket. Dan lantai ke dua merupakan tempat LRT.

Pekerjaan yang saat ini sedang dikejar di Stasiun LRT TMII yakni pemasangan tranmisi. Menurut General Manager LRT Jabodebek, Isman Widodo, semua rel sudah terpasang di 18 stasiun LRT yang sedang dibangun.

Kondisi sama juga berada di Stasiun LRT Ciracas yang bentuknya bentuknya sudah terlihat, namun proses pengerjaan konstruksi masih dilakukan.

 Progres pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 56 persen.

Rencananya, kereta LRT pertama yang dibuat oleh PT INKA akan datang pada Juni 2019 mendatang.

" Kereta pertama Juni 2019 dari INKA, kemudian terus berlangsung," ujar Isman di Stasiun LRT TMII, Jakarta Timur, Senin 14 Januari 2019.

Total, LRT yang dipesan dari INKA ada 31 rangkaian kereta. Masing-masing rangkaiannya mampu membawa 800 penumpang.

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-