Ilustrasi
Dream - Dibayangi ancaman kredit macet dan turunnya profitabilitas, industri perbankan nasional dipastikan masih dalam situasi aman. Dengan ketahanan perbankan nasional yang masih cukup kuat, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan nasabah bisa tetap tenang dengan simpanannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Heru Budiargo usai menghadiri pertemuan Forum Koordinasi Stabilitas di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 14 Agustus 2015.
Lelaki yang akrab disapa Heru ini melanjutkan, hingga saat ini tidak ada bank yang ditutup, terancam ditutup ataupun terancam gagal karena kesulitan ekonomi.
" Pada kuartal I 2015, ada 1 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ditutup. Sedangkan pada kuartal II ada 1 BPR lagi yang ditutup. Kedua BPR itu pun kecil, asetnya kurang dari Rp 10 miliar lokasinya di Sumatera dan Jawa Tengah," kata Heru.
Ia menegaskan, kedua BPR itu pun tidak ditutup karena kesulitan ekonomi. " Kasusnya bukan ekonomi tapi moral hazard internal. Tidak ada hal-hal yg sangat bergejolak di perbankan," ungkapnya.
LPS juga telah melakukan uji ketahanan terhadap bank-bank dengan asumsi yang lebih buruk. " Tapi resistensi perbankan kita lumayan baik," Heru mengakui.
Heru mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak khawatir terhadap kondisi perbankan saat ini. Sebab, LPS menjamin seluruh nasabah dengan simpanan kurang dari Rp 2 miliar dan bank-bank yang suku bunga depositonya memenuhi LPS Rate yaitu 7,75 persen.
Hingga kini, jumlah nasabah perbankan mencapai 156 juta rekening dan 96,4 persen di antaranya mendapat jaminan penuh dari LPS. " Ini sesuatu yang baik sekali, mereka (nasabah) tentu tenang kalau ada bank yang bermasalah," tutup Heru.
Advertisement