Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Dibayangi ancaman kredit macet dan turunnya profitabilitas, industri perbankan nasional dipastikan masih dalam situasi aman. Dengan ketahanan perbankan nasional yang masih cukup kuat, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan nasabah bisa tetap tenang dengan simpanannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Heru Budiargo usai menghadiri pertemuan Forum Koordinasi Stabilitas di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 14 Agustus 2015.
Lelaki yang akrab disapa Heru ini melanjutkan, hingga saat ini tidak ada bank yang ditutup, terancam ditutup ataupun terancam gagal karena kesulitan ekonomi.
"Pada kuartal I 2015, ada 1 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ditutup. Sedangkan pada kuartal II ada 1 BPR lagi yang ditutup. Kedua BPR itu pun kecil, asetnya kurang dari Rp 10 miliar lokasinya di Sumatera dan Jawa Tengah," kata Heru.
Ia menegaskan, kedua BPR itu pun tidak ditutup karena kesulitan ekonomi. "Kasusnya bukan ekonomi tapi moral hazard internal. Tidak ada hal-hal yg sangat bergejolak di perbankan," ungkapnya.
LPS juga telah melakukan uji ketahanan terhadap bank-bank dengan asumsi yang lebih buruk. "Tapi resistensi perbankan kita lumayan baik," Heru mengakui.
Heru mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak khawatir terhadap kondisi perbankan saat ini. Sebab, LPS menjamin seluruh nasabah dengan simpanan kurang dari Rp 2 miliar dan bank-bank yang suku bunga depositonya memenuhi LPS Rate yaitu 7,75 persen.
Hingga kini, jumlah nasabah perbankan mencapai 156 juta rekening dan 96,4 persen di antaranya mendapat jaminan penuh dari LPS. "Ini sesuatu yang baik sekali, mereka (nasabah) tentu tenang kalau ada bank yang bermasalah," tutup Heru.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari