Terkuak, Ini Alasan Pemerintah Pilih Kalimantan sebagai Ibu Kota Baru

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 30 Juli 2019 12:12
Terkuak, Ini Alasan Pemerintah Pilih Kalimantan sebagai Ibu Kota Baru
Selain lahan luas dan aman dari bencana, ada satu hal yang jadi alasan.

Dream – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional memastikan ibu kota baru Indonesia pindah ke Kalimantan. Selain lahan yang luas dan aman, pemerintah punya alasan lain memilih Kalimantan sebagai pengganti Jakarta.

“ Ibu kota dipindahkan ke tengah agar Indonesia sentris, seimbang terhadap seluruh wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy S. Prawiradinata, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 30 Juli 2019.

Rudy mengatakan, kementeriannya akan membentuk badan otorita yang bertugas mempermudah manajemen aset dan pendanaan proyek-proyek Kerja Sama Pemerintah dengna Badan Usaha (KPBU) utilitas.

Dia menambahkan, ibu kota baru ini memerlukan sarana dan prasarana infrastruktur, misalnya utilitas, gedung perkantoran, dan fasilitas publik.

Sarana utilitas yang dibutuhkan terdiri atas saluran multifungsi, sarana penerangan, air bersih dan minum, listrik, jalan dan sejumlah sarana utilitas lainnya.

Sedangkan untuk gedung perkantoran yang dibutuhkan dalam konsep pengelolaan ibu kota negara, antara lain gedung-gedung untuk lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

1 dari 5 halaman

Fasilitas Publik Juga Diperlukan

Selain itu, fasilitas publik yang juga dibutuhkan terdiri dari rumah sakit, sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, perpustakaan, transportasi urban, pasar, rumah susun sewa (rusunawa) dan berbagai fasilitas publik lainnya.

Sebelumnya pemerintah mengungkapkan bahwa mengungkapkan estimasi biaya yang diperlukan untuk pembangunan ibu kota baru seluas 40 ribu hektare di luar Pulau Jawa membutuhkan sekitar Rp466 triliun.

Bappenas menegaskan bahwa pemerintah ingin pemindahan ibu kota baru diupayakan dengan pembiayaan sendiri dan meminimalisasi penggunaan utang.

Penggunaan utang kemungkinan disiapkan untuk kekurangan-kekurangan dalam pembiayaan pemindahan ibu kota negara.

“ Dengan demikian utang hanya akan menjadi salah satu sumber terkait rencana skema pembiayaan pemindahan ibu kota negara,” kata Rudy.

2 dari 5 halaman

Ibu Kota RI Dipastikan Pindah ke Kalimantan, Di Mana Tepatnya?

Dream - Pemerintahan Joko Widodo serius memindahkan ibu kota dari Jakarta. Salah satu lokasi di Kalimantan kemungkinan besar akan menjadi daerah penggantinya.

Keyakinan itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, pemerintah saat ini tinggal memutuskan lokasi ibukota baru Indonesia itu. 

" Pemindahannya hampir pasti ke Pulau Kalimantan, tinggal penentuan lokasi," kata Bambang saat rapat kerja dengan DPR RI, di Jakarta, Selasa 18 Juni 2019, dikutip dari Merdeka.com.

 

 

Bambang menjelaskan biaya untuk pembangunan ibukota tidak akan masuk dalam tahun anggaran 2020. Akan tetapi, biaya akan dimasukkan dalam APBN 2021 secara utuh.

" Anggarannya itu (pemindahan ibu kota) mungkin baru akan mulai dibutuhkan dalam jumlah signifikan di 2021," kata dia.

3 dari 5 halaman

Dari Mana Dananya?

Bambang mengatakan pemerintah akan berupaya mendorong agar pembiayaan tidak bergantung kepada APBN. Salah satu caranya dengan melibatkan sektor swasta.

Alternatif financing (pembiayaan) yang akan didorong keterlibatan swasta, BUMN sebagai investor, kerja sama pemerintah badan usaha, dan kerja sama pemanfaatan aset.

" Empat kombinasi yang diharapkan bisa meminimalisir APBN," kata dia.

Dengan demikian, lanjut mantan Menteri Keuangan, anggaran pemerintah nantinya hanya untuk membangun infrastruktur dasar serta beberapa gedung pemerintahan seperti istana, DPR dan gedung lembaga tinggi.(Sah)

4 dari 5 halaman

Lahannya Luas, Kawasan `Segitiga` Kalteng Calon Ibu Kota Baru

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berburu lokasi calon ibukota baru Indonesia. Setelah meninjau Bukit Soeharti, Jokowi meninjau sebuah daerah yang dikenal sebagai kawasan segitiga Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dikutip dari akun Instagram @jokowi, Kamis 9 Mei 2019, Jokowi bertolak dari Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Mantan walikota Solo ini terbang ke kawasan segitiga itu menggunakan helikopter.

Sayangnya, dia tidak menyebutkan nama daerah tempat yang dituju.


 

“Dari Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya pagi ini, saya naik helikopter dan mendarat di sebuah lokasi yang disebut dengan ‘kawasan segitiga’ Kalimantan Tengah. Lokasinya di antara Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas,” tulis Jokowi.

Pria beranak tiga ini menyebut lokasi ini siap menjadi ibu kota negara yang baru. Kalau dilihat dari sisi luas kawasan, daerah ini paling siap.

“Kalau dari sisi luas kawasan, di sini mungkin paling siap. Butuh 300 ribu hektare pun bahkan lebih siap,” tulis dia.

Sekali lagi, lanjut Jokowi, semua aspek masih dipertimmbangkan. Terutama untuk masalah sosial politik, lingkungan, kebencanaan, ketersediaan air, konstruksi, dan lain-lain.

“Saya datang untuk melihat langsung beberapa lokasi yang jadi alternatif, agar nanti tidak salah memutuskan. Selain itu, tentu saja ini harus melalui konsultasi dengan DPR,” tulis dia.

 

      View this post on Instagram

Dari Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya pagi ini, saya naik helikopter dan mendarat di sebuah lokasi yang disebut dengan "kawasan segitiga" Kalimantan Tengah. Lokasinya di antara Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas. Apakah ini yang akan menjadi lokasi ibu kota negara yang baru? Kalau dari sisi luas kawasan, di sini mungkin paling siap. Butuh 300.000 hektare bahkan lebih pun siap. Tapi, sekali lagi, semua aspek masih dipertimbangkan: masalah sosial politik, lingkungan, kebencanaan, ketersediaan air, konstruksi, dan lain-lain. Saya datang untuk melihat langsung beberapa lokasi yang jadi alternatif, agar nanti tidak salah memutuskan. Selain itu, tentu saja ini harus melalui konsultasi dengan DPR.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on 

5 dari 5 halaman

Tolong Jangan Rusak Hutan

Wacana ibu kota baru Indonesia akan berpindah ke Kalimantan Tengah menuai reaksi dari warganet. Mereka berpesan kepada Jokowi agar tetap menjaga ekosistem hutan.

“ Yang pasti jangan merusak hutan Kalimantan, Pak,” tulis @dharmaputrilubis.

“ Saya sangat setuju jika mau pindahkan ibu kotanya. Tapi, saya mohon juga, ya, Pak Jokowi agar tidak mengganggu kawasan dan habitat binatang asli Kalimantan di sana juga, terutama orang utan agar mereka tidak kehilangan rumah mereka,” tulis @krisnalaksmi.

Ada yang berharap wacana ini tidak menggerakkan para calo tanah untuk menaikkan harga tanah. " Semoga calo tanah nggak bermain walau mustahil (pasti mainlah),” tulis @rbguitarsandharp. 

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian