Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seorang pria Kanada batal memenangkan jackpot senilai US$ 27 juta (Rp 345 miliar) karena tiket lotre yang dibelinya terlambat dicetak tujuh detik setelah pengumuman pemenang dibuat.
Mahkamah Agung Kanada menolak banding yang diajukan Joel Ifergan, pemenang jackpot malang tersebut. Hakim mengatakan pengadilan tidak akan menggelar kasus pria Quebec itu lagi.
Ifergan telah menghabiskan US$ 100.000 (Rp 1,3 miliar) untuk membiayai proses hukum yang memakan waktu tujuh tahun tersebut.
Dia membeli dua tiket lotre pada jam 8:59 malam waktu setempat pada 23 Mei 2008 - satu menit sebelum batas waktu pengumuman. Tiket pertama bertanggal penarikan 23 Mei. Tapi tiket kedua tercetak tujuh detik setelah jam 9 malam dan memiliki tanggal penarikan 30 Mei.
Tanpa diduga, tiket kedua Ifergan ternyata dinyatakan menang. Namun karena memiliki tanggal penarikan 30 Mei, bukan 23 Mei, lotre Ifergan dinyatakan tidak berlaku. Hadiah utama pun diserahkan kepada orang lain.
Ifergan mengklaim ia seharusnya diberi hadiah US$13,5 juta (Rp 172 miliar), setengah dari jackpot. Dia beralasan, kedua tiket lotre tersebut dibelinya sebelum jam 9 malam yang merupakan jam pengumuman pemenang.
Dia mengatakan keterlambatan cetak 7 detik bukan kesalahannya.
" Mesin yang dipakai mencetak adalah mesin tua," kata Mehernosh Iranpur, pemilik toko di mana Ifergan membeli tiket lotrenya.
Namun berdasarkan keterangan pengadilan, Iranpur mengatakan pada Ifergan agar cepat-cepat membeli tiket sebelum jam 9 malam.
Kemudian dia bertanya lagi pada Ifergan apakah masih mau membeli tiket kedua namun akan tercetak setelah pengumuman, Ifergan dilaporkan setuju.
Diresmikan tahun 1994, Lotto Super 7 menghentikan penarikan undian terakhir pada 18 September 2009.
(Sumber: Mashable)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya