CONNECT WITH US!

Terungkap Alasan Perempuan Jarang Berkarir di Keuangan Syariah

Reporter : Syahid Latif | Selasa, 5 April 2016 12:31
Bukan karena diskriminasi, tapi ada faktor lain yang menghambat mereka masuk bisnis bank dan keuangan syariah. Apa itu?

Dream - Kisah sukses wanita muslim seperti Malala Yousufzai (pemenang Nobel), Sharmeen Obaid-Chino (peraih dua kali Piala Oscar), dan Fiza Farhan (anggota panel PBB bidang pemberdayaan perempuan), telah menginspirasi banya muslimah dunia.

Keterlibatan perempuan diberbagai sektor, khususnya pendidikan dan kesehatan, meningkat. Namun ada satu bidang yang masih minim melibatkan perempuan.

Masih jarang perempuan yang terlibat di sektor jasa keuangan.

Majalah keuangan syariah kuartalan dari London, Inggris, ISFIRE belum lama ini mengeluarkan hasil survei rendahanya keterlibatan perempuan di industri keuangan syariah yang bernilai lebih dari US$ 2 triliun.

ISFIRE menyebut, di tengah anggapan publik terhadap adanya diskriminasi di bisnis bank dan keuangan syariah, industri ini justru menyediakan peluang besar bagi perempuan cerdas.

Direktur DDACP dan mantan pelaku industri keuangan syariah, Stella Cox mengatakan perempuan justru lebih mudah masuk dalam bisnis bank dan keuangan syariah.

Adanya pemikiran anti perempuan, ujar Cox, merupakan pemikiran primitif.

Mantan Managing Director KFH Research ini menambahkan, tren ini mulai muncul sebelum dia meninggalkan pekerjaan.

Dalam sebuah survei dengan hanya satu pertanyaan melalui sosial media, terdapat 10.337 respon dari 33 negara di dunia. Pertanyaannya, mengapa keterlibatan perempuan dalam industri bank dan keuangan syariah sangat rendah?

Hasil survei memastikan rendahnay keterlibatan perempuan di industri ini bisa dipastikan bukan karena bias sistematis yang terjadi. Ini terjadi karena faktor sosial ekonomi.

Alasan utama adalah rendahnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang dijawab sepertiga responden.

Lebih jauh, kaum perempuan memang sengaja tak memiliki bank dan keuangan sebagai profesi yang cocok untuk mereka.

Survei ini menunjukan rendahnya partisipasi perempuan dipicu dominasi kaum pria di industri keuangan dan bank syariah sangat besar. Selain itu, tantangan bagi kaum perempuan datang dari aturan berpakaian, tak terpenuhinya kualifikasi pendidikan dan profesionalisme.

Ketiga faktor tersebut dianggap sebagai penghambat utama rendahnya keterlibatan perempuan di bidang industri keuangan syariah.

Para perempuan yang sudah bekerja di sektor ini juga menolak anggapan adanya diskriminasi dalam profesi mereka.

(sumber: tribune.com.pk)

Casandra Lee 'Kesurupan' Saat Syuting AFTER SCHOOL HORROR 2!