3 Bank Syariah Ramai-ramai `Dekati` Muhammadiyah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 8 Agustus 2016 17:45
3 Bank Syariah Ramai-ramai `Dekati` Muhammadiyah
Ketiga bank syariah ini memberikan fasilitas berupa pelayanan perbankan.

Dream – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan tiga bank syariah. Kerja sama beberapa belah pihak ini menyangkut penggunaan jasa dan produk perbankan syariah lewat layanan (cash management).

Dilansir dari situs muhammadiyah.or.id, Senin 8 Agustus 2016, tiga bank ini adalah PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Bukopin Syariah, dan Panin Syariah.

" Kami bekerja sama untuk lebih maju lagi," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Jakarta.

Haedar mengatakan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dimiliki oleh AUM memiliki aspek desentralisasi, otonomi, dan keberagaman. Tapi, hal ini tak menjadi hambatan yang tidak bisa diatasi dalam upaya menjalin kerja sama antara ketiga bank syariah tersebut dengan Muhammadiyah.

" Kalau kami ikhtiarkan dari kedua belah pihak, Insya Allah akan semakin berjalan dengan baik dengan item-item kerja sama yang ditandatangani," kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama Bukopin Syariah, Riyanto, mengatakan kerja sama yang dibangun ini menyangkut penggunaan jasa dan layanan dari Bank Syariah dan produk perbankan syariah lewat sistem integrasi keuangan yang disebut layanan cash management.

" Kami menawarkan produk pendanaan dan pembiayaan dengan scheme syariah, khususnya untuk membangun sebuah sistem informasi keuangan Muhammadiyah secara real time online melalui program manajemen kas," kata Riyanto.

Dia mengatakan Bukopin Syariah dengan Muhammadiyah tengah mengimplementasikan rencana strategis dalam bidang pendidikan, seperti pembangunan universitas dan sekolah. Selain itu, rencana strategis ini juga meliputi bidang kesehatan seperti rumah sakit dan klinik.

" Kerja sama ini akan memberikan manfaat dan maslahat yang langsung dan tidak langsung kepada umat serta masyarakat Indonesia yang pada akhirnya menjadikan industri keuangan syariah sebagai alternatif yang baik, menguntungkan, dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia," kata dia. (Sah)

Beri Komentar