Turki Mulai Gunakan Yuan China

Reporter : Eko Huda S
Senin, 22 Juni 2020 16:35
Turki Mulai Gunakan Yuan China
Penggunaan mata uang Yuan itu menjadi sejarah baru bagi perekonomian Turki.

Dream - Turki mulai menggunakan mata uang China, Yuan. Penggunaan mata uang Yuan itu menjadi sejarah baru bagi perekonomian Turki.

Pengumuman penggunaan mata uang Yuan itu dikeluarkan oleh bank sentral Turki pada Jumat pekan lalu. Turki dan China menggunakan Yuan dan Lira sebagai alat transaksi sebagai wujud perjanjian swap yang berlaku sejak Kamis 18 Juni 2020.

Menurut New York Times, pada transaksi kamis lalu, sejumlah perusahaan Turki dari berbagai sektor telah melakukan pembayaran via bank atas impor mereka dari China dengan menggunakan Yuan.

Penggunaan mata uang Yuan itu bakal memperkuat kerja sama antara Turki dan China. Bank-bank komersial bakal dimungkinkan menambah produk kegiatan perdagangan dan keuangan berdasarkan perjanjian swap tersebut.

Turki memang ingin mengurangi keetergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan global. Dengan demikian, mereka berharap bisa menjaga kestabilan mata uang Lira.

Selama ini, cadangan devisa Turki menurun, sebagian gara-gara intervensi bank negara untuk menopang Lira. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bahwa Turki akan membutuhkan dana asing lebih besar.

Pada bulan Mei, bank sentral Turki melakukan upaya membangun perjanjian swap dengan bank sentral Inggris dan Jepang. Mereka juga memperluas perjanjian swap dengan Qatar dan China.

Kerja sama swap dengan Qatar yang meningkat tiga kali lipat, menjadi US$15 miliar, menyebabkan kenaikan US$8 miliar pada cadangan devisa Turki. Namun para analis menyebut jumlah itu masih jauh dari kebutuhan Turki.

1 dari 4 halaman

Saat Dubes Turki Lupa Salami Jokowi

Dream - Ada peristiwa unik ketika Presiden Joko Widodo menerima 12 duta besar negara sahabat di Istana Merdeka, Rabu 7 Agustus 2019.

Duta besar pertama yang memberikan surat tugas itu adalah Duta Besar Turki, Mahmut Erol Kilic. Diunggah akun Instagram @m.bahrunnajach, terjadi peristiwa lucu saat Mahmut menyerahkan surat kuasa kepaa Jokowi.

Usai memberikan surat, Mahmut meninggalkan Jokowi tanpa bersalaman. Padahal, Jokowi telah menyodorkan tangannya.

Jokowi tampak tersenyum tipis melihat tingkah Mahmut. Menyadari ada yang salah, Mahmut kembali dan menyalami Jokowi.

Dubes Selandia Baru, Jonathan Edward Austin, juga tampil unik mengenakan baju tradisional Suku Maori. Baju tradiosional berupa jubah kulit berwarna hitam putih.

Adapun isu utama yang dibicarakan Jokowi dengan 12 dubes ini yaitu mengenai bidang ekonomi.

2 dari 4 halaman

Hakan Sukur, Legenda Sepak Bola Turki Bertahan Hidup Jadi Sopir Taksi Online

Dream - Kehidupan Hakan Sukur, mantan pesepakbola yang pernah bermain untuk Inter Milan, Torino, dan Galatasaray, berubah total. Pensiun dari dunia sepak bola, pria yang pernah dijuluki Banteng Bosporus karena skil sundulannya itu beralih profesi menjadi sopir taksi online.

Hakan mencetak sembilan gol di penampilannya di Seria Italia sejak 2000 hingga 2002. Dia juga membawa Turki menuju peringkat tiga di Piala Dunia 2002.

Hidupnya berubah secara drastis usai pensiun. Dilaporkan Football-Italia, dia memasuki politik dan terpilih di parlemen.

Tapi, pada 2011, dia berselisih dengan Presiden Turki, Recep Erdogan.

Hakan, dan beberapa orang lain, dituduh berpartisipasi dalam kudeta yang gagal. Tuduhan inilah yang mendorongnya ke pengasingan.

 

3 dari 4 halaman

Jadi Musuh Pemerintah

" Saya tidak punya apa-apa lagi. Erdogan mengambil segalanya: hak untuk kebebasan, kebebasan berekspresi dan hak untuk bekerja," kata Hakan, kepada surat kabar Jerman, Welt am Sonntag.

“ Saya mungkin menjadi musuh pemerintah ini, tetapi bukan negara atau bangsa Turki. Saya mencintai negara saya."

Setelah berpisah dengan Erdogan, Hakan mengaku mulai banyak menerima ancaman. Toko yang dikelola istri juga diserang. " Anak-anak saya dilecehkan, ayah saya dipenjara dan semua aset saya disita," ujar dia.

Hakan akhirnya memilih hengkang dari Turki dan menetap di Amerika Serikat. Di negeri harapan itu, pria yang kini berusia 48 tahun mengawali hidup barunya dengan mengelola sebuah kafe di California.

" Tetapi orang-orang aneh terus datang ke bar. Sekarang saya mengemudi untuk Uber dan saya menjual buku," kata dia.

4 dari 4 halaman

Dikira Latihan Perang, Tentara Turki Tak Tahu Kudeta

Dream - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan pemerintah telah memegang kendali kondisi negara, pasca-kudeta gagal yang dilancarkan faksi di dalam tubuh militer.

Sejumlah 3.000 tentara yang diduga terlibat kudeta telah ditangkap Pemerintah Turki. Sebanyak 678 tentara dan 10 perwira yang dipimpin seorang kolonel juga ditahan saat berusaha menguasai Bandara Internasional Ataturk.

Meski demikian, sejumlah tentara pro-kudeta yang ditangkap dan diperiksa mengaku tidak tahu bahwa mereka berupaya mendongkel kekuasaan Erdogan. Mereka mengira sedang melakukan latihan militer.

" Baru ketika orang-orang menghadang dan naik tank, kami baru paham semuanya," kata para tentara, menurut koran Hurriyet dikutip Dream dari laman RT.com, Senin 18 Juli 2016.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim telah melaporkan, sebanyak 2.839 tentara dan staf yang terlibat dalam upaya kudeta pada Jumat, 16 Juli malam waktu setempat itu telah ditangkap.

Setidaknya 265 orang tewas, termasuk 104 tentara pro-kudeta. Sementara 1.440 orang terluka dalam aksi militer di ibukota Turki, Ankara, dan kota terbesar di negara itu, Istanbul.

Dalam melakukan aksi kudeta, para tentara yang membelot itu menyerang warga dan berusaha menguasai fasilitas vital dengan menggunakan tank dan helikopter.

Namun konspirasi tersebut gagal karena pelaku kudeta tidak memperoleh dukungan luas dari militer dan warga Turki. Mereka juga tidak berhasil menangkap satu pun pejabat tinggi Turki. 

Beri Komentar