Indeks Syariah Tergelincir Jelang Weekend

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 10 Januari 2020 16:58
Indeks Syariah Tergelincir Jelang Weekend
Investor masih ragu-ragu?

Dream - Indeks syariah ditutup melemah pada penutupan perdagangan jelang libur akhir pekan. Meski menguat di 35 menit awal perdagangan, tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tak tahan melawan tekanan jual investor.

Laju indeks saham syariah ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik tipis meski sempat bergerak melemah. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 10 Januari 2020. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset dengan koreksi tipis 0,051 poin (0,01 %) ke 185,096. Di sesi prapembukaan, ISSI dibuka menguat di level 185,516 dan bisa bertahan di zona hijau hingga setengah jam perdagangan.

Sempat menembus level tertinggi 185,747, ISSI mulai bergerak melemah saat tekanan jual mulai datang dari investor dengan level terendah di 184,802. Membawa harapan akan ditutup menguat jelang penutupan, aksi jual di menit terakhir kembali mendorong ISSI ditutup melemah.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini terguling 0,635 poin (0,09%) ke level 690,741. Sementara indeks JII70 ditutup melemah 0,039 poin (0,12%) ke level 230,897.

Berbeda dengan indeks syariah, IHSG berhasil bertahan menguat jelang penutupan perdagangan. Menguat tipis 0,448 poin (0,01%), IHSG bertahan di level 6.274,941.

1 dari 5 halaman

Investor Ragu Beli Saham

Investor menahan diri untuk melantai di bursa. Saham yang paling banyak dibeli adalah pertambangan sebesar 1,54 persen, perdagangan 0,54 persen, infrastuktur 0,18 persen, properti 0,17 persen, dan keuangan 0,01 persen.

Indeks industri dasar melemah 0,70 persen, pertanian 0,59 persen, manufaktur 0,46 persen, industri aneka 0,39 persen, dan barang konsumsi 0,32 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SONA yang harga sahamnya meroket Rp1.500, UNTR Rp925, ITMG Rp850, GMTD Rp300, dan KINO Rp290.

Sebaliknya, saham INTP terkoreksi Rp375, JECC Rp350, EMTK Rp325, FASW Rp200, dan AALI Rp175.

Dari pasar uang, dolar kembali menguat. Pada 16.29, kurs dolar AS terhadap rupiah naik 133 poin (0,96%) ke level Rp13.833 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Kurs Rupiah Menguat, Indeks Syariah Tiarap Imbas Sentimen AS-Iran

Dream - Ketegangan AS-Iran memaksa indeks syariah tiarap pada perdagangan Rabu, 8 Januari 2020. Kondisi bursa regional yang memerah memaksa hampir semua indeks sektoral terjun bebas.

Serangan Iran ke pangkalan militer AS di Irak juga telah memicu harga minyak dunia naik lebih dari 4 persen. Alhasil, investor kembali dicekam kecemasan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup dengan koreksi cukup tajam sebesar 1,937 poin (1,04%) ke level 183,715. ISSI langsung memulai perdagangan dari zona merah setelah dibuka melemah di 184,940 saat sesi prapembukaan.

Kecemasan yang melanda pasar modal domestik dan regional membuat investor menjauh dari lantai bursa. ISSI yang melemah sepanjang hari sempat tersungkur ke level terendah di 183,465.

 

 © Dream

 

Tekanan jual juga melanda saham-saham keping biru syariah. Koreksi harga pada bluechips syariah ini membuat dua indeks acuannya sama-sama terpangka di atas 1 persen.

Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 7,528 poin (1,09%) ke level 685,011. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 2,622 poin (1,13%) ke level 228,436.

Sentimen negatif dari konflik AS-Iran turut memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah 53,660 poin (0,85%) ke level 6.225,686.

3 dari 5 halaman

Rupiah Malah Menguat

Investor melepas sahamnya, terutama di sektor industri dasar, pertanian, dan properti. Ketiga indeks sektoral ini anjlok masing-masing 2,15 persen, 1,55 persen, dan 1,06 persen.

Dengan harga minyak yang bergerak naik, saham-saham di sektor pertambangan menikmati panen dengan kenaikan tipis 0,19 persen.

Saham syariah penghuni top gainer dihuni oleh UNTR yang naik Rp300 per saham. Disusul  JECC Rp250, JAST Rp200, POLU Rp140, dan CITA Rp110.

Sebaliknya saham syariah lapis dua menghuni sebagian besar top looser dipimpin SONA yang turun Rp4.850. Diikuti saham INTP Rp700, SHID Rp650, TPIA Rp350, dan FISH Rp280.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah justru bergerak menguat sore ini. Pada perdagangan pukul 16.36 WIB, nilai tukar dolar AS rontok 54 poin ke level Rp13.824 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Bursa Asia Menanjak, Indeks Syariah dan Rupiah Ikut Menguat

Dream - Pelaku pasar modal sepertinya sudah tak lagi syok dengan isu konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat-Iran. Sentimen menguatnya bursa saham Wall Street dan Asia memicu investor untuk berani kembali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kembalinya investor tersebut membuat bursa saham Indonesia, termasuk saham syariah, kembali bergairah. Penguatan kurs rupiah terhadap dollar AS turut menjadi amunisi bagi pelaku pasar. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 7 Januari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat tipis 0,302 poin (0,16%) ke level 185,652. Namun kenaikan tersebut harus dilalui ISSI dengan susah payah.

Membuka perdagangan dengan mengaut ke level 185,533 saat sesi pra-pembukaan, ISSI sempat loyo jelang penutupan sesi pagi. ISSI menutup sesi ini dengan melemah ke level 184,951.

 

 © Dream

 

Di sesi kedua, ISSI tak langsung bergerak di zona hijau. Bahkan hingga 10 menit jelang penutupan, indeks acuan saham syariah ini masih tiarap di teritori merah. 

Beruntung aksi beli jelang penutupan kembali menggairahkan bursa saham syariah. ISSI mulai bergerak di 10 menit jelang penutupan dan menutup perdagangan di zona hijau.. Aksi beli saham sempat membuat ISSI terangkat ke level tertinggi 186,169.

Kenaikan lebih besar dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syaria ini naik 2,477 poin (0,36%) ke level 692,539. Sementara 
indeks syariah paling bungsu, JII70 menguat 0,575 poin (0,25%) ke level 231,058.

Munculnya aksi beli investor turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona hijau. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini naik 21,943 poin (0,35%) ke level 6.279,346.

5 dari 5 halaman

Investor Mulai Borong Saham

Investor mulai percaya diri melantai di bursa. Para penanam modal memborong saham, terutama di sektor barang konsumsi, manufaktur, dan pertambangan. Ketiga indeks ini menanjak 1,31 persen, industri dasar 1,24 persen, dan manufaktur 1,21 persen.

Indeks sektor perdagangan melemah 0,70 persen, infrastruktur 0,44 persen, dan properti 0,39 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah CPIN yang harga sahamnya naik Rp475, BTPS Rp200, INDF Rp200, SMAR Rp170, dan CMNP Rp130.

Sebaliknya, harga saham POLU terkoreksi Rp590, FISH Rp420, DIGI Rp350, UNTR Rp325, dan AKSI Rp270.

Pada pukul 16.42, kurs rupiah terhadap dolar AS menguat. Dolar turun 104 poin (0,75%) ke level Rp13.840 per dolar AS.

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin