Uang NKRI Pecahan 100 Ribu (sumber: Kemenkeu.go.id)
Dream - Bank Indonesia (BI) menegaskan pencetakan uang kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baru takkan menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Direktur Eksekutif Pengelolaan Uang Lambok A. Siahaan saat dijumpai usai Peluncuran Uang NKRI di Gedung BI, Jakarta, Senin, 18 Agustus 2014.
" Tidak ada penambahan jumlah uang beredar karena kita sudah perhitungkan kebutuhan uang dengan melihat pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, dan suku bunga," tegas Lambok.
Menurut Lambok, BI bertugas memastikan kebutuhan uang masyarakat terpenuhi. Saat ini, kebutuhan uang atau jumlah uang yang beredar mencapai Rp 500 triliun.
" Jadi kami mencetak untuk kebutuhan transaksi masyarakat. Seluruh wilayah NKRI memperoleh pecahan uang yang cukup, nominal yang sesuai, tepat waktu di sana, dan aman," paparnya.
Lambok menambahkan jumlah uang NKRI pecahan Rp 100 ribu ini cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi uang Rp 100 ribu Tahun Emisi 2004 masih tetap berlaku. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan uang pecahan tersebut.
" Saat ini cukup, biasa kalau awal-awal pengedaran uang, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan uang baru itu cukup besar. Namun, nanti akan kembali normal," tandasnya.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global