Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mencoba Pakaian Di Toko Baju.
Dream – Menteri ekonomi dan keuangan di daerah Castilla y Leon belum lama ini menuai kecaman. Maria del Pilar del Olmo, nama menteri itu, mengusulkan gerai toko baju untuk mengenakan biaya tambahan bagi pelanggan yang mencoba pakaian.
Dilansir dari Oddity Central, Selasa 25 September 2018, Maria telah membahas usulan ini bersama Kementerian Pariwisata, Perdagangan, dan Industri di daerah tersebut.
Maria beralasan banyak orang mendatangi butik hanya untuk mencoba pakaian dan mencari ukuran yang pas. Pada akhirnya mereka tak membeli pakaian yang sudah dicoba tersebut.
Alih-alih membeli baju di toko tadi, para pembeli malah mendatangi toko online untuk mencari baju dengan harga yang lebih murah.
Maria mengatakan “ praktik belanja” seperti itu tak masalah bagi merek besar yang hanya menjual baju di toko sendiri. Harganya pun tak jauh berbeda.
Tapi, cara ini justru bisa melumpuhkan toko baju yang menjual pakaian beragam merek.
Usulan Maria ini tentu menuai banyak kritik. Banyak pihak mengatakan perbedaan harga barang di toko tradiosional dan toko online tidak relevan.
Pembeli tak perlu lagi meninggalkan pakaian lagi di ruang ganti hanya untuk memesan secara online. Yang lainnya mengklaim butik sering menjual barang-barang edisi terbatas yang sulit ditemukan di tempat lain, bahkan di toko online.
Ada juga yang berpendapat “ pajak tambahan” hanya akan membuat pembeli malas datang ke toko dan berbelanja. Ada kemungkinan juga peraturan itu membuat bisnis toko baju melesu.
Sebuah jajak pendapat online dilakukan setelah usulan menteri ini viral. Hasilnya, 91 persen responden menolak gagasan itu. Para pembeli beralasan memiliki hak untuk memutuskan membeli baju atau tidak setelah mencobanya.
Melihat penolakan itu, Maria berpendapat bahwa usulan ini hanyalah sebuah ide. Dia hanya ingin menjaga keberlangsungan toko tradisional.
“ Satu-satunya cara untuk memastikan mereka bertahan adalah dengan mencari ide-ide inovatif,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya