Rencana Gojek `Ngojek` di Filipina Terhadang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 9 Januari 2019 18:30
Rencana Gojek `Ngojek` di Filipina Terhadang
Ada apa, ya?

Dream – Ambisi perintis usaha ojek online Indonesia, Gojek, untuk melebarkan sayap ke Filipina menghadapi tantangan. Regulator transportasi Filipina menolak PT Karya Anak Bangsa (Gojek) rencana Gojek yang ingin meluncurkan jasa transportasi di negara tersebut.

Otoritas setempat beralasan keinginan Gojek terganjal aturan kepemilikan asing. 

Larangan ini bisa menghambat Gojek menjadi perusahaan penyedia jasa transportasi terbesar di Asia Tenggara. Sekadar informasi, pasar ini dikuasai oleh rivalnya, Grab.

Ketua Otoritas Transportasi Darat Filipina, Martin Delgra, Dikutip dari Channel News Asia, Rabu 9 Januari 2019 menyatakan instansinya menolak permintaan anak usaha Gojek, Velox Technology Philippines karena dinilai tak memenuhi syarat kepemilikan lokal.

“ Aplikasi pengajuan tak sesuai dengan aturan kami,” kata Delgra.

Regulasi Filipina membatasi kepemilikan asing hingga 40 persen untuk industri tertentu. Saat ini, Grab menjadi penyedia transportasi online terbesar di Filipina.

Delgra mengatakan Grab patuh terhadap regulasi di negara itu. Melalui anak usaha lokalnya, MyTaxi, Grab mematuhi ketentuan yang diminta dalam regulasi Filipina. Sedangkan Velox sampai saat ini masih dikuasai sepenuhnya oleh Gojek.

“ Kalau mereka ingin mengajukan banding, itu adalah pilihan mereka,” kata dia.(Sah)

1 dari 1 halaman

Tanggapan Gojek

Menanggapi itu, juru bicara Gojek mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Pihaknya terus terlibat secara positif dengan Otoritas Transportasi Darat dan lembaga pemerintah lainnya.

“ Kami berusaha untuk memberikan solusi transportasi yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Filipina,” juru bicara.

Sekadar informasi, Gojek memulai bisnisnya sejak 2010 di Jakarta. Kini, perusahaan yang dirintis Nadiem Makarim ini naik kelas, dari ojek online hingga beragam layanan yang ditawarkan. Misalnya, pemesanan makanan online hingga layanan pijat.

Perusahaan ini menggelontorkan dana US$500 juta (Rp7,08 triliun) untuk ekspansi ke Vietnam, Singapura, Thailand, dan Filipina. 

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak