Beban Puncak Listrik Pas Lebaran Turun 60%

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 Mei 2019 18:13
Beban Puncak Listrik Pas Lebaran Turun 60%
Wamen ESDM memastikan pasokan listrik aman selama Lebaran

Dream – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar, mengunjungi pusat pengatur beban (P2B) Gandul. Archandra ingin memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan menjelang Lebaran.

“ Kesiapan pasokan listrik sangat penting, agar masyarakat bisa menikmati lebaran bersama keluarga dengan nyaman dan terang. Untuk itu, kami memastikan kehandalan dan ketersediaan suplai listrik selama lebaran dalam kondisi cukup,” kata Archandra di Cinere, Depok, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 23 Mei 2019.

Berkaca dari pengalaman selama ini, beban puncak pada saat Idul Fitri umumnya lebih rendah dibandingkan dengan hari kerja. Hal ini disebabkan banyak industri yang berhenti beroperasi atau libur.

“ Karena industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun. Namun, kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga,” kata Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Tengah, Amir Rosidin.

1 dari 1 halaman

Turun 60 Persen

Pada Idul Fitri 1440 H tahun ini diperkirakan beban puncak di sistem kelistrikan Jawa Bali akan turun 56-60 persen. Meskipun beban puncak turun, PLN akan menyiapkan satuan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah.

" PLN telah menetapkan masa siaga Lebaran dari H-15 sampai dengan H+15 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam. Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga,” kata dia.

Pada saat Lebaran nanti, daya mampu netto pembangkit sistem Jawa Bali adalah sebesar 34.716 MW sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak lebaran yang diperkirakan mencapai 17.179 MW. Cadangan Operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62 persen.

Sejumlah upaya juga telah dilakukan pemerintah untuk memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan meliputi kesiapan (availability) unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi, menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuali pekerjaan emergency/perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan.

Dua upaya lainnya adalah membuat rencana dan pola operasi unit-unit pembangkit berdasarkan perkiraan beban (load forecast) pada periode Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya, dengan menyiapkan cadangan putar (spinning reserve) lebih besar dibandingkan waktu reguler.

Serta melakukan pengawasan dan siaga di sejumlah obyek vital seperti masjid dan pusat keramaian terkait ketersediaan pasokan.(Sah)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik