Wamena Rusuh, Pertamina Tutup 5 SPBU

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 23 September 2019 15:37
Wamena Rusuh, Pertamina Tutup 5 SPBU
BUMN ini mempertimbangkan kondisi keamanan dan kerusuhan yang terjadi di Wamena.

Dream – PT Pertamina (Persero) memutuskan menutup sementara lima SPBU Kompak di Wamena, Jayapura, Papua, akibat aksi massa yang berlangsung ricuh hari ini, Senin 23 September 2019.

Penutupan ini mempertimbangkan kondisi keamanan dan kerusuhan yang terjadi di Wamena.

“ Pertimbangan penutupan adalah terkait aspek keselamatan dan keamanan petugas SPBU dan aset SPBU,” kata Unit Manager Communication, Relations, and CSR Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Brasto Galih Nugroho, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 23 September 2019.

SPBU di Wamena akan dibuka kembali kalau asituasi keamanan sudah memungkinkan sesuai dengan koordinasi dengan aparat keamanan.

Pengiriman BBM ke Wamena tidak bisa dilakukan, karena bandara Wamena ditutup sementara. “ Karena menggunakan pesawat terbang dari Jayapura," kata dia.

1 dari 6 halaman

Truk Tangki Tak Bisa Lewat

Truk tangki BBM yang mengantar BBM untuk Wamena via Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua juga tidak melewati Wamena, Kota Jayapura, Provinsi Papua, sehubungan dengan adanya aksi massa disana.

" Untuk Kota Jayapura, SPBU di Waena tutup karena ada aksi massa," kata Brasto.

Dia pun berharap agar situasi bisa kondusif kembali sehingga penyaluran BBM dapat berjalan normal dan SPBU yang tutup dapat segera buka kembali.

Sebelumnya, aksi demo yang terjadi di Wamena, Papua berlangsung ricuh. Massa yang kadung emosi lantas membakar kantor bupati setempat serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Peristiwa tersebut dibenarkan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. " Ya betul," tutur Dedi melalui pesan singkat kepada Liputan6.com.  (ism)

2 dari 6 halaman

Polri dan TNI Redam Kerusuhan di Wamena, Papua

Dream - Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berusaha meredam tindakan anarkis massa di Wamena, Papua, Senin, 23 September 2019.

" Masih dikendalikan aparat Polri dan TNI setempat untuk diredam agar tidak meluas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, kepada Liputan6.com.

 

 © Dream

 

Dedi mengatakan, hingga pukul 10.22 WIB usaha peredaman massa yang bergejolak terus dilakukan.

Sejumlah fasilitas umum, salah satunya kantor dinas dan beberapa ruko terdampak pembakaran tersebut.

Dedi menceritakan awal mula bentrokan terjadi dipicu unjuk rasa. Tetapi, aksi bereka berubah anarkis dengan pengerusakan dan membakar fasilitas umum. Petugas masih berupaya mendinginkan aksi anarkis tersebut.

3 dari 6 halaman

Demo di Wamena Berakhir Anarkis, Ruko dan Perkantoran Dibakar

Dream - Massa demonstrasi di Wamena, Papua membakar sejumlah fasilitas umum dan kantor dinas. Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa tersebut.

Meski demikian Dedi belum merinci jumlah bangunan yang rusak akibar aksi massa tersebut. " Kantor dinas dan beberapa ruko dibakar," kata Dedi, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 23 September 2019.

Kapolres Jaya Wijaya, AKBP Toni Ananda mengatakan, kondisi di wilayah hukumnya saat ini belum terkendali.

Sementara itu, Operasional Bandara Wamena berhenti sementara. Penghentian operasional itu karena demo anarkis yang terjadi di ibu kota Kabupaten Jawa Wijaya, Papua, tersebut.

 

4 dari 6 halaman

Bandara Ditutup

Dilaporkan Antara, Kepala Bandara Wamena, Joko Harjani menyebut, operasional bandara ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

" Saat ini sudah tidak ada pesawat di bandara," kata Joko kepada Antara.

Penghentian operasional bandara dilakukan sejak pukul 10.30 WIT. Tiga pesawat kargo yang berada di bandara, menjadi pesawat terakhir yang diterbangkan.

Joko mengatakan, bandara akan dibuka seandainya ada permintaan dari kepolisian dan militer.

Bandara Wamena yang terletak di Lembah Baliem melayani 120 penerbangan dari dan ke Wamena. Tingginya aktivitas penerbangan itu disebabkan karena Wamena menjadi pintu masuk beberapa kota dan kampung di kawasan pegunungan tengah.

5 dari 6 halaman

Komisioner HAM PBB: Harusnya Tak Ada Kekerasan di Papua

Dream - Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Michelle Bachelet, mengaku sangat terganggu dengan kondisi yang terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat selama dua pekan terakhir.

" Terutama kematian beberapa demonstran dan personel pasukan keamanan," kata Bachelet, dalam keterangan resminya, Rabu 4 September 2019.

Bachelet mengatakan, tren ini telah kekerasan di Papua dan Papua Barat telah diobservasi sejak Desember 2018. " Seharusnya tidak ada tempat untuk aksi kekerasan di Indonesia, sebuah negara demokratis dan beragam," tambah dia.

Bachelet mendesak pemerintah berdialog dengan warga Papua dan Papua Barat. Dia juga berharap, pemerintah mendengar aspirasi warga Papua dan Papua Barat. Misalnya, mengembalikan layanan internet dan menahan diri dari tindakan yang menggunakan kekerasan.

" Membatasi akses internet dan komunikasi bertentangan dengan kebebasan ekspresi dan memperburuk ketegangan," ujar dia.

6 dari 6 halaman

Pemerintah Kembalikan Akses Internet

Pemerintah memulihkan jaringan internet di Papua. Hingga kini, akses internet di beberapa wilayah sudah bisa dibuka.

" Ada beberapa kabupaten yang sudah dipulihkan kembali, dan ada beberapa kabupaten yg memang harus dievaluasi lagi secara komprehensif," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dikutip dari .

Menurut Dedi, Kemenkominfo akan menginformasikan wilayah-wilayah mana saja yang akan dibuka blokiran internetnya lebih dulu. 
Pertimbangan membuka akses internet ini telah direkomendasi dari TNI-Polri serta melihat situasi keamanan di Papua.

" Dari 19 Kabupaten di Papua, sebagian besar sudah mulai diaktifkan kembali, hanya sedikit saja yang perlu di evaluasi," kata dia.

Beri Komentar