Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Bursa saham syariah Indonesia sulit menghindari sentimen negatif pertemuan bank sentral AS (FOMC). Dua indeks acuan saham syariah yang kemarin menguat tinggi, akhirnya kembali jatuh ke zona merah.
Kecemasan semakin meningkat setelah pemodal asing justru mulai mengamankan portofolionya dengan melakukan aksi jual. Nett sell asing sore ini naik menjadi Rp 400 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 September 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergerus 0,676 poin (0,39%) ke level 174,561.
Sementara indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 2,204 poin (0,30%) ke level 734,247.
Kedua indeks acuan syariah ini memulai perdagangan dari zona negatif. Namun adanya sedikit aksi beli saham sempat mendorong ISSI dan JII menyentuh teritori positif.
ISSI tercatat sempat menyentuh level tertinggi di level 175,836.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,32 triliun dengan 25,57 miliar saham.
Dengan volume transaksi perdagangan yang berkurang, sebanyak 120 emiten syariah harus turun ke zona negatif. Sementara 60 saham ISSI masih bisa bergerak menguat dan 56 lainnya bertahan stagnan.
Lebih dari separuh penghuni JII, atau 19 emiten, juga bergerak melemah.
Penguatan tiga indeks sektoral tak cukup kuat menahan aksi jual investor. Ketiganya adalah indeks sektor industri aneka yang naik 0,77 persen, keuangan 0,26 persen, dan industri dasar 0,02 persen.
Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni INTP yang naik Rp 200, UNVR Rp 150, AKRA Rp 125, AALI Ro 100, dan ASII Rp 75 per saham.
Sebaliknya, top losser indeks JII dihuni oleh LPPF yang melemah Rp 650, PTBA Rp 200, SILO Rp 200, UNTR Rp 150, dan SMGR Rp 125 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah melemah tipis. Turun 1 poin (0,01%), dolar AS diperdagangkan di level Rp 13.130 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya