Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Hati-hati Dengan Investasi Bodong Menjelang Lebaran, Sahabat Dream.
Dream – Berinvestasi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan uang. Dengan investasi, kamu berpeluang mendapatkan imbal hasil yang memuaskan.
Tapi, kamu harus berhati-hati terhadap invetasi bodong, apalagi menjelang Lebaran saat ini.
Dikutip dari CekAja, Minggu 27 Mei 2018, banyak penawaran investasi datang berbondong-bondong selama Ramadan. Para pembuat investasi memang pintar memanfaatkan momentum masyarakat yang sedang panen THR.
Demi mendapatkan keuntungan, investasi bodong memberikan penawaran-penawaran yang menggiurkan.
Tentu kamu tak mau menjadi korban investasi bodong. Untuk menghindarinya, kamu perlu mencermati lima ciri. Yang pertama, pengembalian hasil investasi yang tinggi. Nah, ini adalah ciri-ciri yang paling mudah dikenali dalam investasi bodong. Mereka sengaja memberi tawaran yang menggiurkan sehingga calon korban teperdaya, padahal ini jebakan.
Ciri kedua yang patut dicurigai adalah tak ada risiko. Investasi bodong ini menjamin korbannya bahwa tidak ada risiko investasi. Padahal, entitas investasi legal biasanya akan memberitahukan risiko-risiko investasi sebelum investor memulainya. Agar kamu tidak terjebak tawaran ini, ingatlah prinsip high risk, high return: semakin tinggi keuntungan yang didapat, akan semakin tinggi pula risiko yang diterima.
Ketiga, penarikan keuntungan yang mudah. Menarik keuntungan merupakan salah satu ciri-ciri investasi bodong. Di investasi yang resmi, investor akan diberikan beragam persyaratan yang harus dipenuhi agar keuntungan tak bisa dicairkan.
Keempat, badan hukumnya tidak jelas. Saat ini, semua investasi di Indonesia diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh semua itu, jika suatu entitas aman, biasanya entitas itu mencantumkan informai bahwa perusahaan ini mendapatkan izin dan diawasi oleh OJK. Hal ini berbeda dengan investasi bodong yang mencantumkan bahwa entitas ini menjadi perusahaan terbatas dan memiliki surat izin usaha.
Kelima, menggunakan skema ponzi. Skema ponzi ini merupakan modus yang paling sering digunakan oleh para entitas investasi bodong. Skema ponzi sendiri adalah investasi palsu yang membayarkan keuntungan dari uang sendiri atau dibayarkan dari investor berikutnya. Modus skema ponzi ini fokus pada pencarian investor baru.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
