7 Shock Ekonomi Akibat Hantaman Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 27 Maret 2020 07:32
7 Shock Ekonomi Akibat Hantaman Corona
Apa saja?

Dream – Situasi perekonomian dunia dan Indonesia sedang bermasalah. Setelah gelombang resesi akibat perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok mereda, kini muncul pandemi virus corona.

Pendiri Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, mengatakan ada tujuh goncangan besar yang harus dihadapi oleh pelaku usaha.

“ Perlu langkah mitigasi dan strategi agar ekonomi kita bisa melalui masa sulit ini," kata Rhenald dalam webinar Mahir Academy by Rumah Perubahan “ The Outbreak: Challenges & Opportunities” dikutip dari keteragan tertulis yang diterima Dream, Kamis 26 Maret 2020.

Rheland Kasali© Merdeka.com

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) tersebut, beberapa kajian menunjukkan potensi tujuh shock yang mesti diwaspadai akibat hantaman wabah Corona.

Pertama, travel and entertainment shock. Lockdown maupun pembatasan mobilitas orang membuat bisnis seperti maskapai, airport, hotel, hingga olahraga ada di deretan terdepan yang terpukul oleh Corona.

Kedua, retail and manufacture shock. Di berbagai belahan dunia, mall mengurangi jam operasi, bahkan sebagian berhenti beroperasi. Industri manufaktur juga mengurangi produksi karena sepinya permintaan.

“ Ini bisa berdampak pada ancaman PHK,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Terganggungnya Rantai Pasok

Ketiga, supply chain shock. Era perdagangan bebas membuat rantai pasok global saling berkait kelindan. Karena itu, ketika aktivitas ekonomi terhenti di berbagai negara, perusahaan yang selama ini mengandalkan pasokan bahan baku impor akan terdampak.

" Di Indonesia, industri elektronik sudah terganggu pasokan komponen, industri makanan minuman kekurangan pasokan gula dan garam, industri lain juga banyak terdampak," kata Rhenald.

Kondisi serupa juga terjadi di banyak negara. Perusahaan raksasa seperti Apple, sebenarnya sudah menerapkan diversifikasi pemasok global.

Ketika di awal tahun pasokan dari Tiongkok terganggu, Apple masih bisa berharap dari pemasok lain di Malaysia, Korea Selatan, Italia, hingga Jerman.

“ Namun seiring penyebaran wabah Corona ke berbagai negara, produksi para pemasok juga terhenti,” kata dia.

Kondisi semacam ini, lanjut Rhenald, makin menegaskan pentingnya membangun industri bahan baku di dalam negeri. Selain antisipasi supply chain shock seperti saat ini, juga untuk menekan impor.

" Ini PR lama yang mesti dituntaskan," kata doa.

Keempat, personal debt shock. Ketika aktivitas ekonomi melemah, maka ancaman PHK kian nyata. Demikian pula ancaman pemasukan bagi para pekerja informal seperti ojek online.

Maka, potensi gagal bayar pada kredit sektor perumahan atau kendaraan bermotor akan naik. " Bank atau lembaga keuangan non bank yang terkait kredit ini harus memiliki mitigasi yang tepat," katanya.

Kelima, currency shock. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya cukup stabil di kisaran Rp 14.000 per USD, terus terdepriasi akibat tekanan di pasar uang dan pasar modal. Hingga 24 Maret kemarin, nilai tukar Rupiah sudah menembus level Rp 16.486 per USD.

" Ini juga terjadi pada hampir semua mata uang global. Pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor atau memiliki utang berdenominasi dolar AS harus waspada," ucap Rhenald.

2 dari 6 halaman

Market Shock

Keenam, market shock. Ancaman resesi global membuat harga saham di pasar modal berguguran. IHSG yang sempat mencapai level 6.325 pada pertengahan Januari 2020, Rabu 23 Maret 2020, jatuh 37 persen ke level 3.937.

Kondisi ini harus dimitigasi oleh emiten maupun investor seperti Dana Pensiun atau perusahaan asuransi.

" Di satu sisi, ini juga peluang untuk masuk ke pasar modal karena harga saham sedang murah. Dengan catatan, perspektifnya harus long term," kata dia.

Ketujuh, believe shock. Menurut Rhenald, di awal kemunculannya, banyak orang under estimate terhadap Corona. Pejabat, pelaku usaha, pengamat, maupun media, awalnya percaya bahwa dampak Corona akan bisa diredam. Tapi nyatanya, kini sulit dikendalikan. Akibatnya, level of confidence pelaku usaha maupun konsumen tergerus.

“ Oleh karena itu, paket stimulus pemerintah harus segera direalisasikan untuk meringankan dampak guncangan,” kata dia. 

3 dari 6 halaman

Dampak Corona, Jokowi: Tukang Ojek Bisa Tunda Cicil Motor Selama Setahun

Dream – Pemerintah akan melonggarkan cicilan bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperingan skema kredit bagi tukang ojek dan sopir taksi unuk memenuhi cicilan kendaraan.

Keringanan ini diberikan terkait dampak virus corona terhadap perekonomian, termasuk sumber penghasilan.

“ Saya telah mendengar adanya keluhan dari usaha-usaha mikro dan usaha kecil mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” tulis Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi, Selasa 24 Maret 2020.

 

© Dream

 

Jokowi mengaku sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kelonggaran kredit bagi pengusaha mikro dan kecil untuk kredit di bawah Rp10 miliar. Baik berupa pinjaman yang disalurkan perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.

“ Terhadap nasabah usaha mikro dan usaha kecil akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan juga penurunan bunga,” kata dia.

Kemudahan kredit ini juga berlaku bagi tukang ojek, sopir taksi, dan nelayan, yang sedang mengangsur kendaraan, baik itu mobil, motor, atau perahu. Jokowi meminta mereka tak perlu khawatir dengan cicilan.

“ Telah diberi kelonggaran berupa relaksasi pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Jokowi Heran Instagramnya 'Diserbu' Iklan Penggemuk Badan

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sering menemukan iklan bersliwera di media sosial. Misalnya, kebutuhan sehari-hari sampai krim pemutih kulit. 

“ Kadang-kadang saya membaca unggahan-unggahan yang berseliweran di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, juga grup WhatsApp,” tulis Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi, Jumat 28 Februari 2020.

 

© Dream

 

“ Banyak juga lapak penjual produk kebutuhan sehari-hari, dari pakaian, makanan, obat peninggi badan, sampai krim pemutih kulit,” tambah dia.

Jokowi sampai bertanya-tanya mengapa ada banyak yang menawarkan iklan tersebut. “ Di Instagram saya sendiri banyak yang menawarkan obat penggemuk badan. Ditujukan kepada saya atau ke siapa? Ini kok gencar sekali?” lanjut Jokowi.

6 dari 6 halaman

Ternyata

Melihat ini, Jokowi menilai “ serangan fajar” iklan di media sosial sebagai kreativitas masyarakat Indonesia di era digital. Makanya, tak heran Indonesia menjadi negara dengan nilai ekonomi terbesar.

“ Tidak heran jika saat ini, Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar, dengan pertumbuhan paling cepat, di kawasan ASEAN,” kata mantan gubernur DKI Jakarta.

Dikatakan pada 2015, nilai ekonominya mencapai US$8 miliar (Rp110 triliun). Nilainya melesat jadi US$40 miliar (Rp560 trliun).

“ Diperkirakan tahun 2025, nilai ekonomi digital menjadi US$133 miliar. Silakan kalikan sendiri dalam rupiah,” kata Jokowi.

Ditambah lagi Indonesia punya ekosistem startup paling aktif di Asia Tenggara. Saat ini, ada 2.193 startup. 

“ Itu belum cukup. Potensi pasar digital kita masih sangat besar. Pada tahun 2018, ada 171 juta pengguna internet di Indonesia,” kata dia.

Jokowi mengaku akun medsosnya diserbu iklan.© Akun Instagram @jokowi

Beri Komentar