WhatsApp Dekati Bank Mandiri, Benarkah Mau Bikin Dompet Digital Bareng?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 23 Agustus 2019 07:48
WhatsApp Dekati Bank Mandiri, Benarkah Mau Bikin Dompet Digital Bareng?
Raksasa teknologi ini dikabarkan akan merilis layanan pembayaran mobile di Indonesia.

Dream –Perkembangan dunia digital semakin pesat dan membuat banyak kemajuan dalam bidang finansial dan perbankan. Sebut saja layanan internet banking dan mobile banking yang memudahkan transaksi agar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Nggak hanya sebatas itu, kini muncul juga inovasi mobile payment yang tengah banyak dikembangkan.

WhatsApp, raksasa platform percakapan dunia berencana meluncurkan mobile payment di Indonesia. Anak perusahaan milik Mark Zuckerberg ini dikabarkan tengah mendekati PT Bank Mandiri Tbk (Persero) untuk menerbitkan dompet digital (e-wallet).

Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, membenarkan Whatsapp tengah mendekati perusahaan untuk menjalin kerjasama. 

Tetapi, Thomas menegaskan kerja sama tersebut tak terkait dengan rencana penerbitan dompet digital seperti santer beredar.

" Saat ini kerja sama dengan Whatsapp baru untuk komunikasi produk, notifikasi dan verifikasi untuk produk-produk Mandiri," kata Thomas kepada Liputan6.com di Jakarta, dikutip pada Kamis 22 Agustus 2019.

1 dari 4 halaman

Kerja Sama untuk Virtual Assistant

Dia mengatakan Bank Mandiri juga menjalin kerja sama dengan WhatsApp untuk Mandiri Intelligence Assitant (MITA). MITA merupakan fitur chatbot Mandiri sebagai customer service virtual yang bisa melayani nasabah selama 7x24 jam yang ada di situs resmi Bank Mandiri.

" Kita juga sedang lakukan integrasi dengan MITA sehingga complain handling bisa dilakukan melalui Whatsapp," kata dia.

Bank Mandiri sekali lagi menegaskan jika perusahaan belum pernah membicarakan tentang peluang pembuatan dompet digital bersama Whatsapp.

" Jadi untuk dompet digital lewat Whatsapp belum ada pembicaraan lebih lanjut," kata Thomas.

2 dari 4 halaman

India, Negara Pertama Adopsi Layanan Mobile Payment WhatsApp

Sekadar informasi, India menjadi negara pertama yang akan mengadopsi layanan pembayaran digital WhatsApp. Hal ini akan terjadi kalau ada persetujuan regulasi penyimpanan data lokal.

Berbeda dari India yang direncanakan bakal menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer, di Indonesia, WhatsApp hanya akan bertindak sebagai platform pendukung pembayaran melalui dompet digital lokal, sebagaimana informasi sumber anonim kepada Reuters.

" Indonesia bakal menjadi model bagi Whatsapp untuk mengadopsi konsep serupa di pasar negara berkembang lainnya," kata sumber tersebut.

" Selain itu, ini bakal menjadi cara agar menyiasati peraturan lokal terkait pemain asing yang membuat dompet digital mereka sendiri."

3 dari 4 halaman

WhatsaApp Harus Taat

Whatsapp, aplikasi pesan milik Facebook Inc berencana meluncurkan dompet digital atau e-wallet di Indonesia. Tak main-main, Whatsapp digadang-gadang akan menggandeng Bank Mandiri, OVO, Dana, hingga Gopay untuk penerbitan e-wallet ini.

Bank Indonesia (BI) selaku regulator mengatakan, pihak Whatsapp sampai saat ini belum ada audiensi terkait perizinan dompet digital di Indonesia. Selain itu, jika pihak asing ingin masuk ke pasar RI menjadi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti LinkAja, OVO dan sebagainya, Whatsapp harus tunduk pada izin pemrosesan transaksi pembayaran (PTP).

" Kalau Whatsapp ingin menjadi PJSP di Indonesia, maka harus tunduk kepada ketentuan PTP yaitu harus berbadan hukum Indonesia dan juga mengajukan ijin sebagai PJSP," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filinaningsih Hendarta, kepada Liputan6.com.

4 dari 4 halaman

Juga Berlaku jika Ingin Gandeng Bank Mandiri

Hal ini juga berlaku jika ingin menggandeng Bank Mandiri. Sebagai bank buku IV di Indonesia, ada sejumlah regulasi tertentu yang harus dipenuhi pihak Whatsapp dalam hal peluncuran e-wallet di sini.

" Sedangkan kerja sama dengan bank buku 4 adalah dalam hal crossborder payment, dimana ada penerbit UE asing atau penerbit instrumen apapun yang menggunakan teknologi QR layanannya bisa digunakan oleh pemegang instrumen tersebut (inbound tourist) di Indonesia," kata dia.

" Maka dari itu, yang bersangkutan juga harus bekerja sama dengan bank buku 4 dengan syarat legalitas, kompetensi, kinerja, keamanan dan keandalan serta hukum," kata Filianingsih.

Dia mengatakan sejumlah syarat tersebut dapat dipenuhi dengan menyampaikan dokumen license atau rekomendasi dari otoritas SP setempat.

(Sumber: Liputan6.com/Bawono Yadika)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie