Patung Kepala Firaun Muda Terjual Rp84 Miliar, Mesir Berang!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 8 Juli 2019 13:12
Patung Kepala Firaun Muda Terjual Rp84 Miliar, Mesir Berang!
Penjualannya mengundang kontroversi, mengapa?

Dream - Patung kepala Raja Mesir Tutankhamun laku terjual US$5,97 juta atau senilai Rp84,34 miliar dalam sebuah lelangan. Namun, pelelangan patung berusia 3 ribu tahun ini menuai kontroversi.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin 8 Juli 2019, patung quartzite ini dilelang oleh rumah pelelangan Christie. Tak ada informasi tentang pembeli patung raja muda Mesir.

Sekadar informasi, Tutankhamun menjadi Firaun sejak berusia 9 tahun dan meninggal dunia 10 tahun kemudian. Penggambaran wajah patung Firaun yang terkenal itu menggunakan dewa Mesir kuno, Amin.

Patung ini mengalami kerusakan di telinga dan hidung. Patung tersebut berasal dari Koleksi Kesenian Mesir Resandro.

1 dari 5 halaman

Tuai Kontroversi

Namun, pelelangan patung ini menuai kontroversi. Pejabat pemerintah Mesir meminta patung itu dikembalikan ke Mesir.

Mereka meminta bantuan UK Foreign and Commonwealth Office dan UNESCO untuk campur tangan dan mengatakan patung tersebut kemungkinan dicuri dari Mesir.

Penjualan patung ini juga membuat pendemo mengibarkan bendera Mesir dan papan bertuliskan " stop memperdagangkan barang antik selundupan" . Mereka protes di luar ruang penjualan rumah lelang di London, Inggris.

" Ini tak boleh disimpan di rumah. Harusnya di museum. Ini sejarah. Salah satu raja terkenal kami," kata seorang warga Inggris kebangsaan Mesir, Magda Sakr, kepada AFP.

2 dari 5 halaman

Dicuri dari Kuil?

Christie mengakui ada kontroversi seputar penjualan patung Firaun setelah penjualan berakhir.

“ Kami menyadari benda-benda bersejarah bisa membentuk diskusi kompleks pada masa lalu. Tapi, peran kami hari ini adalah menyediakan pasar transparan dan sah yang menjunjung tinggi standar tertinggi untuk pengalihan benda.

Sehari sebelum pelelangan, Sekretaris Jenderal Barang Purbakala Mesir, Mustafa Waziri, kecewa pelelangan terus berlanjut. Dia menyesalkan langkah rumah lelang yang terus jalan meskipun ada protes dari pemerintah dan kedutaan besar Mesir di London.

“ Saya percaya barang itu diambil dari Mesir secara ilegal. Christie belum memberikan dokumen untuk membuktikkan sebaliknya,” kata Waziri.

Mantan menteri barang antik dan tokoh televisi, Zahi Hawass, menduga barang itu dicuri dari Kompleks Kuil Karnak, sebelah utara Luxor. Diduga pencurian ini berlangsung pada 1970-an. 

3 dari 5 halaman

Langka, Bengkel Gerabah Zaman Firaun Ditemukan

Dream - Sejumlah arkeolog menemukan situs kuno yang merupakan bengkel pembuatan tembikar di selatan Provinsi Aswan, Mesir. Diperkirakan situs itu sudah berusia 4.000 tahun.

Kementerian Peninggalan Kuno pada Kamis, 19 Juli 2018, menyatakan bengkel tersebut merupakan situs tertua peninggalan Dinasti Keempat Kerajaan Lama yang menguasai Mesir pada 2.613 sampai 2.494 Sebelum Masehi.

Kerajaan Lama juga dikenal sebagai zaman ketika bangunan piramida berkembang.

Di dalam bengkel, para arkeolog menemukan roda pembuat gerabah kuno yang terbuat dari batu kapur dengan dasar berongga.

Bengkel gerabah kuno© Arab News

Sekjen Dewan Tertinggi Peninggalan Kuno, Mostafa Al Waziri, mengatakan penemuan ini tergolong langka.

Menurut dia, akan ada banyak lagi informasi terungkap mengenai perkembangan produksi gerabah dan kehidupan keseharian masyarakat Mesir kuno di masa itu.

Bengkel gerabah kuno© Arab News

Di hari yang sama, arkeolog juga membuka sarkofagus batu granit besar berusia 2.000 tahun yang ditemukan di Alexandria. Penemuan benda yang diumumkan awal bulan ini memunculkan spekulasi terkait isinya baik secara lokal maupun internasional.

Al Waziri mengakhiri spekulasi tersebut dengan menyatakan hanya ditemukan sisa-sisa kerangka dan air limbah di dalam sarkofagus. Dia mengatakan peti batu yang berbobot 30 itu mungkin milik keluarga kaya yang hidup di era Ptolemaic.

Dia melanjutkan kemungkinan sisa kerangka itu milik tiga prajurit, berdasarkan pemeriksaan awal. Sisa-sisa kerangka itu akan menjalani rekonstruksi untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang jasad di dalam peti batu itu.

(Sah, Sumber: Arab News)

4 dari 5 halaman

Dream - Sekitar dua minggu yang lalu, para arkeolog di Mesir menemukan peti mati atau sarkofagus besar terbuat dari granit hitam di Alexandria.

Peti mati kuno itu dilaporkan tak tersentuh selama 2.000 tahun lamanya. Hal itu memicu rumor tentang isi peti mati misterius tersebut.

Ada yang mengatakan peti mati itu berisi jenazah pemimpin Yunani terkenal, Alexander Yang Agung. Ada juga yang bilang peti mati itu berisi kutukan maut.

Namun setelah dibuka dan dilakukan penelitian, peti mati kuno itu ternyata berisi tiga kerangka dan air warna kemerahan yang menyebarkan bau busuk yang menyengat.

Kementerian Benda Kuno Mesir sebelumnya telah menugaskan komite yang terdiri dari para arkeolog untuk membuka peti mati kuno tersebut, yang ditemukan di area kontruksi.

Menurut media Mesir El-Watan, saat baru mengangkat tutup peti mati setinggi 5 cm, para pekerja sudah mencium bau menyengat yang memaksa mereka menutupnya kembali.

Peti mati kuno itu baru bisa diangkat dan dibuka kembali setelah mendapat bantuan teknis dari militer Mesir.

 

5 dari 5 halaman

Ternyata, Isinya

Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Kementerian Benda Kuno Mesir, mengatakan timnya menemukan tiga kerangka di dalam peti itu.

" Ini mungkin sebuah pemakaman keluarga. Sayangnya mumi di dalamnya tidak dalam kondisi terbaik dan hanya tulang yang tersisa," jelas Waziri.

Waziri juga membantah rumor bahwa siapa pun yang mengganggu peti mati kuno itu akan mendapat kutukan mematikan dari Firaun.

" Saya adalah orang pertama yang melihat isi peti mati itu, dan saya sekarang berdiri di hadapan Anda. Saya baik-baik saja," kata Waziri.

Meskipun demikian, sarkofagus tersebut dikarantina untuk mencegah peti mati kuno itu mengeluarkan gas beracun yang mematikan, lapor koran Al-Ahram.

Para arkeolog Mesir mengatakan ketiga kerangka di sarkofagus itu mungkin adalah tentara yang hidup di masa Firaun.

Satu satu tengkorak dari kerangka itu menunjukkan luka retak akibat terkena anak panah.

Sarkofagus itu memiliki tinggi hampir dua meter tinggi dan panjang tiga meter. Itu merupakan sarkofagus terbesar yang pernah ditemukan dalam keadaan utuh.

Memiliki berat sekitar 27 ton, sarkofagus itu diyakini berasal dari periode Ptolemaic awal, yang dimulai pada 323 SM setelah kematian Alexander Agung.

Setelah ini para arkeolog akan mempelajari sarkofagus itu untuk mengetahui bagaimana ketiga jenazah semasa hidup dan meninggal dunia.

(ism, Sumber: BBC News)

Beri Komentar