Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

1.214 Kartu ATM Terindikasi Jadi Korban Penggandaan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 14 Mei 2014 19:00
1.214 Kartu ATM Terindikasi Jadi Korban Penggandaan
Bank Mandiri memastikan keamanan dana nasabah yang mengalami pemblokiran kartu debit. Keputusan pemblokiran kartu debit merupakan respon cepat dari sistem yang telah berlaku di perseroan.

Dream - PT Bank Mandiri Tbk membuka tabir aksi dugaan pembobolan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang membuat heboh nasabahnya. Dari penelusurannya, Bank Mandiri mengidentifikasi 1.214 kartu yang diduga terkena aksi pengandaan kartu.

Temuan bank pelat merah ini juga menemukan 6 mesin ATM yang kemungkinan besar pernah dipasang skimmer, atau alat perekam data kartu.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Mei 2014 mengakui manajemen memang memutuskan untuk memblokir sejumlah kartu debit milik nasabahnya. Keputusan ini diambil setelah adanya informasi dugaan aksi kejahatan perbankan.

" Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah yang terjadi akibat pemblokiran kartu kredit tersebut. Namun demikian, nasabah tidak perlu cemas dan khawatir karena kami memastikan keamanan dana nasabah," ujarnya.

Budi menjelaskan, Bank Mandiri memperoleh informasi adanya aksi penggandaan kartu di beberapa mesin ATM, termasuk milik perusahaan. Mendengar informasi itu, manajemen memutuskan melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi sejumlah kartu yang diduga menjadi korban skimmer.

" Setelah kami cek, ada beberapa nasabah yang pernah bertransaksi di situ. Demi keamanan dana nasabah, kami memblokir rekening mereka dan meminta mereka mengganti kartu. Ini merupakan keputusan terbaik bagi nasabah dan Bank Mandiri," tuturnya.

Budi menjamin, Bank Mandiri telah menerapkan sistem teknologi informasi perbankan terbaru dan handal. Sistem ini memastikan seluruh dana nasabah aman dari aksi kejahatan perbankan.

Bahkan setiap tahun, Bank Mandiri mengaku menginvestasikan dana besar untuk memperkuat sistem TI dan menjaga kemampuan mendeteksi upaya fraud sejak dini.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury juga membantah adanya pembobolan dana Bank Mandiri yang mencapai Rp 21 miliar. Menurutnya, pembobolan dana tersebut terjadi di bank swasta lain.

" Dalam kasus bank tersebut, kami justru membantu memblokir sebagian dana yg berasal dari aliran hasil kejahatan yg terjadi di bank swasta dimaksud," ungkapnya. (Ism)

Beri Komentar