Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kingdom Tower, Jeddah, Arab Saudi
Dream - Negara-negara di Timur Tengah rupanya sedang berlomba mendirikan tower tertinggi dunia. Baru-baru ini, perusahaan Arab Saudi Jeddah Economic Co tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa bank lokal untuk menggalang dana bagi pembangunan proyek ambisius senilai US$3,73 miliar.
Jika dana terkumpul, proyek bernama Kingdom City akan menjadi menara pencakar langit tertinggi di dunia. Menjulang setinggi 1 Kilometer, Kingdom Tower akan menaklukan Dubai Burj Khalifa yang saat ini memegang rekor gedung tertinggi sepanjang 828 meter.
Mounib Hammoud, Kepala Eksekutif Jeddah Economic Co, mengatakan Kingdom City akan dibangun sebagai apartemen mewah sekaligus kawasan bisnis. Tahap pertama pembangunan dijadwalkan selesai pada 2020. Dari kebutuhan US$ 3,37 miliar, telah terkumpul dana sekitar US$ 2,1 miliar.
Kekurangan anggaran rencananya ditutup melalui pembiayaan bank-bank yang akan segera diumumkan. Mengenai dana dari bank-bank tersebut, Mounib Hammoud tidak merincikan jumlahnya.
Selain dana dari perbankan, megaproyek ini juga akan dibiayai dari penjualan lahan kepada investor lain.
Untuk tahap pertama, proyek ini akan didirikan di atas lahan seluas 140 hektar, berpusat di sekitar Kingdom Tower. Menara ini diharapkan selesai pada 2018 dan menelan biaya perusahaan sekitar US$ 1,6 miliar.
" Kami akan menyerahkan menara dengan 251 lantai pada konsumen pada tahun 2018," ujar Hammoud.
Sementara pembangunan Kingdom City tahap selanjutnya tergantung dari permintaan pasar. Sebagai penasehat keuangan proyek ini, Jeddah Economic Co telah menunjuk BNP Paribas. Hammoud menambahkan, perusahaan juga menggali dana melalui pasar obligasi dan sukuk untuk meningkatkan pembiayaan proyek ini.
" Kami juga mengincar obligasi dan sukuk tapi hal itu masih butuh struktur dan kami sedang menggodoknya," pungkas Hammoud. Sekadar diketahui, Dubai Burj Khalifa dibangun oleh Emaar Properties dengan total biaya sebesar US$ 1,5 miliar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya