Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia
Dream- Bursa saham nasional bergerak variatif usai harga saham-saham batubara mengalami koreksi usai mencetak kenaikan. Pasar juga disuguhi sentimen yang mulai memanas di gelanggang politik.
Makin memanasnya suhu politik memaksa para pemodal beristirahat dalam posisi menunggu. Investor masih berharap mendapat untung jika berhembus angin positif dari calon presiden dan Cawapres baru.
Pada penutupan perdagangan saham, Selasa, 13 Mei 2014, meski masih bertahan di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun dibandingkan posisi pembukaannya. IHSG menguat tipis 8,39 poin (0,17%) ke level 4.921,39.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga masih mampu bertahan di zona hijau setelah naik tipis 0,1 poin (0,06%) ke level 162.
Sayangnya, indeks saham bluechips tak mampu mengikuti dua indeks tersebut. Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,42 poin (0,21%) ke level 661,05.
" Jika tidak ada sentimen Pilpres, kami pasti sudah memberikan rekomendasi pada pelaku pasar untuk melakukan exit atas posisi trading," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
Satrio mengungkapkan data-data ekonomi dalam negeri dan Asia saat ini terus memburuk. akibatnya saham-saham bluechip mengalami tekanan jual.
" Tercatat setidaknya saham ASII, AALI, BBRI, dan SMRA yang saat ini running dibawah suport pertamanya," ujarnya.
Dikutip dari data Kiwoom, transaksi perdagangan saham syariah kali ini membuat 24,26 miliar efek beralih tangan dan menciptakan perputaran uang hingga Rp 3,51 triliun.
Meski indeks bluechips syariah turun, pergerakan indeks ISSI kali ini didominasi penguatan harga saham dari 125 emiten, Hanya 83 emiten yang terkoreksi harganya dan 57 lainnya bergerak stagnan.
Daftar saham bluechips syariah yang mencetak penguatan tertinggi (top gainer) kali ini dihuni oleh tiga emiten tambang yaitu ITMG yang menguat Rp 900 diikuti PTBA Rp 225, dan HRUM Rp 65 per saham.
Dua top gainer lainnya adalah MPPA yang menguat Rp 65 dan ICBP Rp 50 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya