Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dream - Eksportir minyak terbesar di Arab Saudi siap memasok lebih banyak minyak jika ketegangan antara Rusia dan Ukraina semakin memburuk. Intervensi militer Rusia di Semenanjung Crimea Ukraina menyebabkan pasar minyak dunia tergunjang dalam beberapa bulan terakhir.
Bahkan, harga acuan minyak Brent saat ini menyentuh US$ 108 per barel, setelah sempat mencapai level tertingginya, US$ 112,39 per barel pada 3 Maret lalu.
" Kami bersedia memasok kekurangan pasokan minyak karena krisis ini," kata Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al Naimi di arabianbusiness.com yang dikutip Dream.co.id, Selasa 13 Mei 2014.
Naimi menambahkan, saat ini produksi minyak di Arab sebesar 9,6 juta barel per hari. Sementara kapasitas yang dimiliki sebanyak 12,5 juta barel per hari. Pada bulan April, produksi minyak Arab Saudi sebesar 9,66 juta barel per hari, meningkat dari bulan Maret yang sebesar 9,57 juta barel per hari.
Krisis ini masih berpotensi memanas karena adanya pernyataan sepihak, pihak pro-Moskow atas kemenangannya, Minggu lalu. Berbicara di sela-sela konferensi di Seoul, Naimi mengatakan harga minyak yang paling moderat adalah US$ 100 per barel.
" Seratus dolar adalah harga yang adil untuk semua konsumen, produsen, dan perusahaan minyak," ungkapnya.
Dia menambahkan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) harus menjaga stok 30 juta barel per hari. Pada pertemuan OPEC Juni mendatang, akan disepakati peningkatan produksi guna menutup kekurangan stok karena adanya kasus perselisihan atau sanksi-sanksi yang didapat negara-negara produsen minyak beberapa tahun terakhir. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane