Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pertemuan Bisnis Negara-negara Muslim Angggota OKI
Dream - Potensi besar bisnis halal bisa mendongkrak status negara-negara muslim menjadi komunitas kaya dunia. Mimpi ini bisa terwujud andai saja perdagangan bebas antara negara muslim terealisasi.
Gagasan itu diserukan Presiden Turki Abdullah Gül pada pidato pertemuan negara-negara peserta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-30. Salah satu jalannya dengan memangkas biaya pabean sesegera mungkin.
Abdullah mengkritik negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI yang hingga kini belum memanfaatkan peluang tersebut. " OKI Trade Preferential System merupakan langkah penting menuju tujuan ini," katanya seperti dikutip Dream dari Dailysabah, Senin, 12 Mei 2014.
Persiapan anggota OKI menuju perdagangan bebas sebetulnya telah selesai. Namun hingga kini belum satupun yang mengimplementasikan. Padahal jumlah ratifikasi perdagangan bebas yang beroperasi di seluruh dunia telah meningkat dari 70 menjadi 258 dalam tiga dekade terakhir.
Selain perdagangan bebas negara muslim, Turki juga mengimbau adanya dukungan aktif dalam kerjasama keuangan. Instrumen keuangan Islam, yang tidak berbasis pada kegiatan spekulatif tapi pada nilai-nilai yang nyata dianggap sangat menjanjikan.
Aset perbankan bebas bunga global diperkirakan akan melampaui US$ 2 triliun hingga akhir tahun ini.
Para ahli di bidang keuangan Islam menilai, perkembangan ekonomi Islam memang berjalan positif namun akan memburuk jika maju dalam lingkungan tataran global. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan suatu produk syariah menjadi kendala utama.
Masalah hukum dan pajak juga seringkali menjadi tantangan lain bagi perbankan syariah.
Meski aset industri keuangan Islam yang direncanakan mampu mencapai US$ 6,5 triliun pada 2020, Abdullah mengatakan bahwa kemiskinan adalah masalah utama yang dihadapi negara-negara Muslim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya