Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Adanya temuan mengenai banyaknya daging ayam tidak bersertifikasi halal di pasar ritel Indonesia menjadi pemicu pemerintah untuk menyertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) di seluruh Indonesia.
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lukmanul Hakim menyatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian melalui Departemen Peternakan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan tengah melaksanakan program Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
" Pemerintah memang sudah ada program ASUH sejak lama, tetapi memang masih banyak RPH yang belum bersertifikasi halal," ujar Lukman kepada Dream, Senin 12 Mei 2014.
Menurut Lukman, RPH besar dipastikan telah memiliki sertifikat. Hanya saja, karena RPH di Indonesia merupakan bisnis rumahan sehingga sulit untuk dikoordinasikan.
" Kalau perusahaan besar (RPH besar) sudah sertifikat dari pusat (Kementan), kalau rumah potong hewan yang kecil-kecil sertifikatnya dari BPOM Provinsi. Masalahnya kalau rumah potong ayam ini kan kecil-kecil, ada yang 10 ekor, 12 ekor karena kebanyakan home industry, jadi tidak semua memiliki sertifikat halal," katanya.
Ke depannya, lanjut Lukman, pemerintah dan MUI akan terus melakukan sinkronisasi terhadap aturan dan sertifikat halal itu. Dengan demikian, seluruh RPH dapat tersertifikasi sehingga produk ternak Indonesia bisa bersaing dengan produk asing.
" Memang aturannya sudah ada di Kementan dan MUI, ini tinggal disinkronkan, jadi yang belum tersertifikasi bisa disertifikasi secepatnya," kata Lukman.
Sebelumnya, Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menuding sekitar 90% daging ayam lokal yang dijual di ritel modern tidak bersertifikasi halal. Proses penyembelihan hewan dituding tak dilakukan sesuai hukum Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya