Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pasar modal Indonesia kembali menguat sambil menanti sentimen munculnya Calon Wakil Presiden (Cawapres). Pasar relatif aman dari sentimen hasil hasil perhitungan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) yang relatif sama dengan prediksi lembaga survei.
Pada sesi pra-pembukaan perdagangan Senin, 12 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 9,6 poin (0,2%) ke level 4.907,73. Indeks akhirnya kembali menyentuh level 4.900.
Menguat IHSG membawa indeks lainnya, termasuk indeks saham syariah, ikut bergerak menguat. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hingga perdagangan pukul 10.23 WIB tercatat menguat 0,9 poin (0,55%) ke level 161,88.
Penguatan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 3,95 poin (0,6%) ke level 659,95.
Transaksi perdagangan saham kali ini sebanyak 10,35 miliar efek dengan nilai mencapai Rp 1,16 triliun.
Sebanyak 113 emiten bergerak di zona hijau sementara 46 lainnya masih mencetak koreksi.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam risetnya mengatakan tren kenaikan indeks sudah terlihat sejak akhir pekan lalu. Indeks kala itu memang belum sempat menyentuh resisten di 4.906.
" Pada hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak flat-naik pada kisaran 4860 - 4906," katanya.
Ditengah semua berita negatif yang ada, sentimen pemilu presiden adalah sentimen positif yang tersisa. Meski pasar sepertinya bakal terus merespon positif, pemodal sebaiknya ekstra hati-hati dan resional.
" Setiap pergerakan naik yang menunjukkan gejala 'euphoria' adalah kesempatan untuk melakukan posisi jual," imbaunya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya