Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ekonomi Islami
Dream - Shaikh Muhammad Taqi Usmani dari Pakistan and Profesor Rodney Wilson dari Inggris terpilih sebagai pemenang penghargaan Islamic Development Bank 2014 (IDB Prize). Keduanya meraih penghargaan untuk kategori Islamic Banking and Finance.
Kedua tokoh ini dianggap telah memajukan ekonomi Islam melalui pengembangan perbankan dan keuangan Islam secara regional maupun internasional.
Pemilihan kedua tokoh ini dihasilkan dari pertemuan IDB pada awal April 2014 di Jeddah, Arab Saudi. Komite Penyeleksi IDB Prize terdiri dari ulama terkemuka dan ahli dari luar dan internal IDB, dengan suara bulat memutuskan memberikan penghargaan IDB Prize kategori perbankan dan keuangan Islam tahun 2014 kepada Syekh Muhammad Taqi Usmani dan Profesor Rodney Wilson.
Shaikh Muhammad Taqi Usmani dianggap berjasa dalam mendorong dan melahirkan inovasi keuangan Islami. Shaikh Usmani juga aktif mengatur soal Riba selama karirnya sebagai hakim di Pengadilan Banding Syariah Pakistan.
Tak hanya di Pakistan, sarjana syariah ini juga aktif menasehati dan mengawasi Dewan Syariah lembaga keuangan Islam di dunia Islam, Eropa, Amerika Serikat serta sebagai Ketua Dewan Syariah Standard AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions).
Sementara Profesor Rodney Wilson dianggap berjasa mempromosikan pengajaran keuangan Islam. Di tangannya, Rodney memperkenalkan teknik pengajaran manajemen modern untuk keuangan Islam sehingga memberikan perspektif netral dan obyektif serta menambah kredibilitas mengajar keuangan Islam di dunia.
Wilson juga berperan besar dalam menjadikan keuangan Islam sebagai isu penting dan memastikan bahwa ekonomi, pelatihan perbankan dan keuangan serta program Islam diajarkan di perguruan-perguruan tinggi di Barat, termasuk menawarkan program tersebut di sejumlah universitas di Inggris dan bagian lain dari Eropa.
Kedua tokoh tersebut akan menerima penghargaan mereka saat Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur IDB ke-39 dilangsungkan pada 22-26 Juni 2014 di Jeddah, Arab Saudi.
Penghargaan IDB Prize kategori Perbankan dan Keuangan Islam pertama kali diluncurkan oleh Islamic Development Bank pada tahun 1988 dengan tujuan untuk menyoroti upaya peningkatan ekonomi Islam, serta mendorong prestasi luar biasa dalam bidang perbankan dan keuangan Islam.
Selama 24 tahun terakhir sejak peluncurannya, sebanyak 33 peneliti dan profesional di bidangnya telah memenangkan IDB Prize. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya