Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jam Kerja Dan Gaji
Dream - Sebuah fakta mengejutkan datang dari para pencari kerja di kelompok negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Disebutkan, mereka lebih berminat bekerja di sektor non-profit meskipun digaji rendah dengan jam kerja lebih lama.
Sebuah survei bertajuk " Bekerja di bidang non-profit di negara-negara MENA (Working for Non-profit Organisations in the MENA)" oleh situs penyedia informasi pekerjaan The Bayt.com. Hasilnya, sebanyak 52,3 persen responden mengaku bekerja di sektor non-profit sangat menyita waktu keluarga dan kesehatan dibanding berkarir bidang lainnya.
Untuk masalah gaji, delapan dari sepuluh atau 77,9 persen responden menganggap kurang menarik. Tingkat keamanan profesi yang dijalani juga termasuk rendah menurut 75,2 persen responden. Sementara 60,5 persen responden mengatakan perkembangan karirnya tidak terlalu cerah.
Hasil mengejutkannya, survei yang digelar antara Maret dan April lalu itu menemukan 52,8 persen responden pekerja di sektor non-profit sama kompetitifnya dengan pekerja sektor lainnya. Bahkan para pekerja ini bisa lebih kompetitif.
Fakta lain yang menarik dari survei yang dilansir Dream.co.id dari laman Arabianbusiness, Rabu 14 Mei 2014 juga menemukan 47,5 persen responden mengaku ngin bekerja di sektor non-profit, sementara 41,9 persen lainnya masih pikir-pikir. Sisanya, 5,4 persen menyatakan tidak akan pernah bekerja di sektor non-profit.
Bagi mereka masih berpikir ulang untuk bekerja di sektor non-profit, 88,2 persen berharap digaji dan 51 persen responden percaya akan mendapat gaji yang tinggi.
Peluang kerja di sektor non-profit ternyata juga terbatas di beberapa negara. Empat dari sepuluh responden (42,8 persen) yakin peluang untuk bekerja di sektor non-profit di negaranya sangat sedikit. Sementara 31,2 persen responden percaya bahwa tidak ada peluang kerja di sektor non-profit di negara mereka. Dan 26 persen sisanya yakin peluang kerja itu ada.
Suhail Masri, Vice President of Sales Bayt.com menjelaskan polling ini bertujuan memberikan gambaran kepada para profesional dan pencari kerja tentang peluang kerja di wilayah MENA, terlepas dari negara, jenis industri, jenis pekerjaan, jenis organisasi, termasuk organisasi non-profit. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya