Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bank Syariah Kelimpungan Buru Staf Cakap

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 14 Mei 2014 07:07
Bank Syariah Kelimpungan Buru Staf Cakap
"Kita harus bekerja sama dengan bank-bank dan pengacara dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi kekurangan tenaga trampil ini," kata Abdullah Alshamsi, profesor bisnis The British University

Dream - Istilah ijarah, murabahah, wakala, merupakan beberapa kata yang sering disebut ketika berbicara tentang perbankan Islam. Namun, seberapa banyak masyarakat yang paham dengan istilah-istilah itu?

Minimnya pengetahuan tentang bank syariah menjadi salah satu pekerjaan rumah pelaku industri keuangan Islami ini. Namun ada satu lagi pekerjaan besar yang harus diselesaikan, mencari sumber daya manusia (SDM) yang cakap di bidang industri keuangan. 

Kebutuhan ini semakin mendesak karena perkembangan industri keuangan syariah sangat pesat. Laporan World Islamic Banking tahun 2013-2014 menyebut, perbankan syariah tumbuh lebih dari 17 persen per tahun, melayani 38 juta pelanggan di seluruh dunia,

Kota-kota muslim seperti Qatar, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki menjadi pusat dari pertumbuhan itu. Industri perbankan syariah diharapkan dapat menyerap lapangan kerja dua kali lipat dalam dua tahun ke depan.

Namun pertumbuhan industri perbankan syariah itu tidak diimbangi oleh tersedianya sumber daya manusia yang terlatih. Banyak pejabat bank syariah justru merasa kesulitan mencari tenaga profesional di bidang perbankan syariah.

Meski lebih dari 500 lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia menawarkan studi di bidang keuangan Islam. Namun, pejabat bank melaporkan kesulitan mencari lulusan yang berkualitas. Mereka mengatakan bahwa program yang ada cenderung terlalu akademis dan kaum muda kurang trampil dalam kerja dunia nyata.

Untuk mengatasi hal tersebut beberapa bank mempekerjakan pekerja magang atau mengembangkan program untuk in-house training.

" Kita harus bekerja sama dengan bank-bank dan pengacara dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi kekurangan tenaga trampil ini," kata Abdullah Alshamsi, profesor bisnis di The British University seperti dikutip Dream.co.id dari laman business-spotlight.com.de, Selasa, 13 Mei 2014. 

Dubai yang berambil menjadi pusat keuangan syariah sebetulnya telah lama mengenai dunia bisnis relatif baru ini. Bank syariah modern pertama di dunia adalah Dubai Islamic Bank (DIB) yang didirikan pada 1975.

Kota kosmopolitan di Timur Tengah ini juga sudah mendirikan Pusat Pengembangan Ekonomi Islam pada akhir tahun lalu. Sayangnya, kekurangan SDM bidang syariah masih juga belum bisa terpenuhi.

Bisnis bank syariah memang meletakan prinsip yang tidak membebankan bunga atas pinjaman dan tidak berinvestasi dalam sesuatu yang tidak bermoral, seperti perjudian atau pornografi. 

Meski penduduk beragama Islam merupakan yang terbesar di dunia, negara-negara muslim harus bekerja cepat untuk melahirkan ahli-ahli baru di bisnis keuangan syariah. (Ism)

Beri Komentar