Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Direktur Pelaksana Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mendesak negara-negara Arab untuk menghapuskan secara bertahap pemberian subsidi yang dinilai terlalu besar. Namun, penghapusan subsidi ini perlu melihat dampak sosialnya terlebih dahulu.
Dia mengatakan negara Arab perlu melakukan reformasi struktural dengan menghapuskan secara bertahap sistem subsidi yang totalnya mencapai US$ 237 miliar setiap tahunnya di seluruh wilayah.
Lagarde menambahkan, rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi di negara-negara Arab yang hanya 3 persen tidak akan cukup memenuhi kebutuhan tenaga kerja di mana tingkat kemiskinan pun masih tinggi di pedesaan.
" Pertumbuhan ekonomi yang hanya 3 persen ini harus meningkat secara signifikan untuk merespon tuntutan penduduk muda yang siap bergabung ke dunia usaha," ujar Lagarde di tengah peserta IMF dalam konferensi di Amman.
" Jadi pesan saya adalah terus disiplin dan teruskan reformasi struktural ini agar menghasilkan pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja," ujar Lagarde.
Para menteri keuangan dari seluruh wilayah sepakat bahwa reformasi untuk subsidi yang menyedot sebagian besar anggaran negara sangat diperlukan. Namun, mereka mengatakan biaya sosial juga diperlukan dalam melakukan reformasi subsidi ini.
Kebijakan reformasi subsidi yang ditetapkan pemerintah atas saran IMF ini menuai protes masyarakat di seluruh wilayah. Padahal, beberapa negara Arab yang merupakan negara pengimpor minyak sangat bergantung donor negara Barat untuk menutup defisit anggaran negara mereka.
Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour mengatakan negaranya harus mengurangi belanja untuk menekan harga BBM yang mahal (pemberian subsidi energi). Oleh karena itu, pihaknya memanggil IMF untuk memberikan " resep" yang tepat mengatasi hal tersebut.
Pejabat dan bankir mengatakan IMF membujuk negara-negara Arab untuk memperketat belanja subsidi dan belanja sosial lainnya, meskipun hal itu akan menjadi tantangan sendiri di internal negara mereka.
Lagarde mengatakan IMF memiliki kesepakatan sebesar US$ 2 miliar pada tahun 2012 untuk membantu negara-negara Arab, seperti Suriah yang dilanda konflik.
Lagarde hadir dalam konferensi yang bertajuk " Membangun Masa Depan" . Konferensi ini merupakan konferensi pertama sejak terjadinya pemberontakan di Arab di mana banyak pihak menyalahkan IMF atas kerusuhan masa lalu tersebut.
Lagarde menambahkan terdapat tanda-tanda perekonomian di negara seperti Maroko, Tunisia, Yordania, dan Mesir yang mulai stabil setelah 3 tahun pergolakan politik, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
" Stabilisasi ini rapuh dan perlu dikonsolidasikan dengan kedisiplinan dan reformasi yang yang terus berlangsung," tandas Lagarde.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya