Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IMF Ingatkan Negara-negara Arab untuk Pangkas Subsidi

Reporter : Ramdania
Rabu, 14 Mei 2014 10:31
IMF Ingatkan Negara-negara Arab untuk Pangkas Subsidi
Besarnya subsidi yang dikeluarkan negara-negara Arab menjadi perhatian besar IMF. Pasalnya, dengan struktur belanja subsidi seperti itu, negara-negara Arab tidak akan mampu menyediakan lapangan kerja.

Dream - Direktur Pelaksana Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mendesak negara-negara Arab untuk menghapuskan secara bertahap pemberian subsidi yang dinilai terlalu besar. Namun, penghapusan subsidi ini perlu melihat dampak sosialnya terlebih dahulu.

Dia mengatakan negara Arab perlu melakukan reformasi struktural dengan menghapuskan secara bertahap sistem subsidi yang totalnya mencapai US$ 237 miliar setiap tahunnya di seluruh wilayah.

Lagarde menambahkan, rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi di negara-negara Arab yang hanya 3 persen tidak akan cukup memenuhi kebutuhan tenaga kerja di mana tingkat kemiskinan pun masih tinggi di pedesaan.

" Pertumbuhan ekonomi yang hanya 3 persen ini harus meningkat secara signifikan untuk merespon tuntutan penduduk muda yang siap bergabung ke dunia usaha," ujar Lagarde di tengah peserta IMF dalam konferensi di Amman.

" Jadi pesan saya adalah terus disiplin dan teruskan reformasi struktural ini agar menghasilkan pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja," ujar Lagarde.

Para menteri keuangan dari seluruh wilayah sepakat bahwa reformasi untuk subsidi yang menyedot sebagian besar anggaran negara sangat diperlukan. Namun, mereka mengatakan biaya sosial juga diperlukan dalam melakukan reformasi subsidi ini.

Kebijakan reformasi subsidi yang ditetapkan pemerintah atas saran IMF ini menuai protes masyarakat di seluruh wilayah. Padahal, beberapa negara Arab yang merupakan negara pengimpor minyak sangat bergantung donor negara Barat untuk menutup defisit anggaran negara mereka.

Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour mengatakan negaranya harus mengurangi belanja untuk menekan harga BBM yang mahal (pemberian subsidi energi). Oleh karena itu, pihaknya memanggil IMF untuk memberikan " resep" yang tepat mengatasi hal tersebut.

Pejabat dan bankir mengatakan IMF membujuk negara-negara Arab untuk memperketat belanja subsidi dan belanja sosial lainnya, meskipun hal itu akan menjadi tantangan sendiri di internal negara mereka.

Lagarde mengatakan IMF memiliki kesepakatan sebesar US$ 2 miliar pada tahun 2012 untuk membantu negara-negara Arab, seperti Suriah yang dilanda konflik.

Lagarde hadir dalam konferensi yang bertajuk " Membangun Masa Depan" . Konferensi ini merupakan konferensi pertama sejak terjadinya pemberontakan di Arab di mana banyak pihak menyalahkan IMF atas kerusuhan masa lalu tersebut.

Lagarde menambahkan terdapat tanda-tanda perekonomian di negara seperti Maroko, Tunisia, Yordania, dan Mesir yang mulai stabil setelah 3 tahun pergolakan politik, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

" Stabilisasi ini rapuh dan perlu dikonsolidasikan dengan kedisiplinan dan reformasi yang yang terus berlangsung," tandas Lagarde.

Beri Komentar