Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia
Dream - Mulai terbukanya tabir pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) membuat pelaku pasar kembali masuk pasar modal Indonesia. Aksi spekulasi ini mengangkat indeks bursa saham domestik.
Kabar positif dari bursa saham Amerika Serikat dan regional juga ikut memberi tenaga bagi indeks saham Indonesia untuk bertahan di zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan, Rabu, 14 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 16,86 poin (0,34%) ke level 4.983,26.
Menghijaunya IHSG membawa angin positif bagi indeks saham syariah yang bergerak menguat. Hingga perdagangan pukul 09.54 WIB, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,89 poin (0,55 persen) ke level 162,89.
Penguatan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 5,04 poin (0,76 persen) ke level 666,17.
Transaksi kali ini ikut dibantu dengan perdagangan perdana saham PT Dwi Aneka Jaya yang dibuka naik tipis 10 poin. Emiten berkode DAJK ini menambah daftar efek syariah Indonesia.
Sebanyak 7,24 juta lembar saham telah diperdagangan sepanjang perdagangan pagi ini. Dari aksi jual beli itu terlahir nilai perdagangan hingga Rp 1,33 triliun.
Emiten-emiten bluechips syariah bergerak lincah di awal sesi ini. Saham perusahaan semen, INTP mencetak penguatan tertinggi hingga Rp 500 per saham.
Top gainer hingga saat ini dihuni oleh AALI yang menguat Rp 400, UNVR Rp 375, ICBP Rp 150 dan SMGR Rp 150 per saham.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan penguatan indeks kali ini dipicu oleh kondisi regional Asia yang dibuka positif pagi ini.
" Sentimen positif dari bursa regional diharapkan mampu menjaga IHSG untuk tetap berada dalam teritori positif, di tengah market yang cenderung wait and see saat para capres-cawapres melakukan deklarasi," katanya.
Gerak indeks saham utama hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-naik pada kisaran 4900 - 4940. Penutupan di atas 4.940 bakal membuka potensi kenaikan hingga kisaran 5.050 - 5.100.
" Pengumuman deklarasi capres-cawapres bisa saja membuat kondisi pasar jadi bergolak liar," ujar Satrio.
Namun buruknya data-data ekonomi yang dipublikasikan di awal minggu ini, membuat Satrio mengusulkan pelaku pasar lebih cenderung untuk memberikan rekomendasi Sell On Strenth jika terdapat pergerakan pasar yang luar biasa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya