Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kota Wisata ASEAN
Dream - Pelancong dari Negeri Timur Tengah tengah menjadi buruan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Buktinya, para pejabat dari anggota ASEAN berambisi untuk mengeluarkan visa umum bari warga non-rumpun melayu.
Negara-negara ASEAN sendiri baru akan memulai memberlakukan visa umum pada 2015, atau saat berlakunya era perdagangan bebas ASEAN. Negara serumpun ini ingin mencontoh visa Schengen di Eropa. Visa yang mengizinkan seseorang melakukan perjalanan selama 90 hari di 22 negara anggota Uni Eropa dan tiga non-anggota.
Dikutip Dream.co.id dari laman Arabianbusiness, Rabu, 14 Mei 2014, wacana penerbitan visa umum bagi warga non-ASEAN diharapkan bisa meningkatkan pendapatan negara dari sektor wisata, terutama pelancong Timur Tengah ke ASEAN. Turis dari negara Arab memang memiliki potensi untuk tumbuh besar.
Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Turki, Yordania, Lebanon membukukan pertumbuhan dua digit untuk sektor wisata tahun lalu. Negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Indonesia, Singapura dan Filipina menduduki peringkat tertinggi pada daftar tujuan wisata mereka.
Data 2013 mencatat, jumlah kamar yang dipesan oleh agen perjalanan Timur Tengah naik lebih dari 30 persen dibandingkan 2012. Visa umum diyakini bisa memancing potensi wisata lebih baik bagi wilayah ASEAN.
Sebuah laporan gabungan terbaru antara Organisasi Pariwisata Dunia dan World Travel and Tourism Council menyebutkan, pemberlakuan visa umum di ASEAN bisa menghasilkan tambahan waktu tinggal bagi turis enam sampai sepuluh menit pada tahun 2016.
Presiden World Travel dan Tourism Council, David Scowsill menilai, di tengah kerjasama negara-negara ASEAN mendorong pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan, masih ada pekerjaan yang harus dijalankan agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Namun sudah ada beberapa negara yang saling bertetangga memberlakukan visa umum ini. Seperti visa pengunjung ganda untuk Thailand dan Kamboja, yang memungkinkan masuk ke kedua negara dengan satu visa, dan kemungkinan Vietnam akan bergabung. Di sisi lain, Myanmar masih membutuhkan visa masuk bahkan untuk warga negara tetangga terdekatnya Thailand, serta dari Malaysia, Singapura dan Indonesia.
" Masih banyak tantangan antara anggota ASEAN yang perlu dibenahi. Terutama mempertimbangkan aspek keamanan, kurangnya infrastruktur dan kepentingan nasional masing-masing negara," ujar Menteri Hotel dan Pariwisata Myanmar, U Htay Aung. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya