Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Serumpun Melayu Berebut Rayu Pelancong Tajir Arab

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 14 Mei 2014 10:05
Serumpun Melayu Berebut Rayu Pelancong Tajir Arab
Pelancong kaya dari negeri Timur Tengah selama ini memberikan kontribusi besar bagi sektor pariwisata negara ASEAN. Niat membuat visa umum bagi turis negeri gurun sahara pun siap diluncurkan.

Dream - Pelancong dari Negeri Timur Tengah tengah menjadi buruan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Buktinya, para pejabat dari anggota ASEAN berambisi untuk mengeluarkan visa umum bari warga non-rumpun melayu. 

Negara-negara ASEAN sendiri baru akan memulai memberlakukan visa umum pada 2015, atau saat berlakunya era perdagangan bebas ASEAN. Negara serumpun ini ingin mencontoh visa Schengen di Eropa. Visa yang mengizinkan seseorang melakukan perjalanan selama 90 hari di 22 negara anggota Uni Eropa dan tiga non-anggota.

Dikutip Dream.co.id dari laman Arabianbusiness, Rabu, 14 Mei 2014, wacana penerbitan visa umum bagi warga non-ASEAN diharapkan bisa meningkatkan pendapatan negara dari sektor wisata, terutama pelancong Timur Tengah ke ASEAN. Turis dari negara Arab memang memiliki potensi untuk tumbuh besar.

Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Turki, Yordania, Lebanon membukukan pertumbuhan dua digit untuk sektor wisata tahun lalu. Negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Indonesia, Singapura dan Filipina menduduki peringkat tertinggi pada daftar tujuan wisata mereka.

Data 2013 mencatat, jumlah kamar yang dipesan oleh agen perjalanan Timur Tengah naik lebih dari 30 persen dibandingkan 2012. Visa umum diyakini bisa memancing potensi wisata lebih baik bagi wilayah ASEAN.

Sebuah laporan gabungan terbaru antara Organisasi Pariwisata Dunia dan World Travel and Tourism Council menyebutkan, pemberlakuan visa umum di ASEAN bisa menghasilkan tambahan waktu tinggal bagi turis enam sampai sepuluh menit pada tahun 2016.

Presiden World Travel dan Tourism Council, David Scowsill menilai, di tengah kerjasama negara-negara ASEAN mendorong pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan, masih ada pekerjaan yang harus dijalankan agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Namun sudah ada beberapa negara yang saling bertetangga memberlakukan visa umum ini. Seperti visa pengunjung ganda untuk Thailand dan Kamboja, yang memungkinkan masuk ke kedua negara dengan satu visa, dan kemungkinan Vietnam akan bergabung. Di sisi lain, Myanmar masih membutuhkan visa masuk bahkan untuk warga negara tetangga terdekatnya Thailand, serta dari Malaysia, Singapura dan Indonesia.

" Masih banyak tantangan antara anggota ASEAN yang perlu dibenahi. Terutama mempertimbangkan aspek keamanan, kurangnya infrastruktur dan kepentingan nasional masing-masing negara," ujar Menteri Hotel dan Pariwisata Myanmar, U Htay Aung. (Ism)

Beri Komentar