Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi
Dream - Meski negara-negara Arab sepakat mengurangi beban subsidi besar yang dapat menguras keuangan negara, tetapi Bahrain enggan mengikuti kesepakatan itu. Bahrain belum berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di negaranya untuk mengurangi beban subsidi BBM.
" Rencana itu disetujui, tapi sekarang tidak ada yang tahu kapan dilaksanakan. Rencana subsidi solar dan bensin tidak digunakan untuk kendaraan pribadi bukan kebijakan yang akan diteriam publik. Dan pemerintah belum memutuskan hal itu," ujar Kepala Deputi Dewan Shura Jamal Fakhroo seperti yang ditulis Arabian Business dan dikutip Dream.co.id Rabu 14 Mei 2014.
The Gulf Arab state's National Oil and Gas Authority menyebut pada Desember mendatang disepakati menaikkan harga jual solar secara bertahap sehingga pada 2017 bisa dinaikkan kembali. Hal ini sebagai langkah mengurangi beban subsidi yang terlalu besar sehingga membebani keuangan negara.
Bahrain masih berjuang mengakhiri pergolakan di kalangan mayoritas Muslim Syiah. Seperti negara Timur Tengah pengeksportir minyak lainnya, Bahrain juga menghabiskan keuangan negaranya untuk subsidi BBM sehingga selalu terjadi defisit fiskal dalam anggarannya.
Guna memperbaiki struktur anggaran itu diperlukan ekspansi fiskal besar-besaran dengan pengurangan beban subsidi. Kebijakan ini bisa dilakukan saat ini karena mulai meredanya gelombang kerusuhan sosial yang melanda Timur Tengah sejak 2011.
Tahun lalu, Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengingatkan Bahrain untuk mereformasi ekonominya guna mengurangi beban utang. Negara kerajaan kepulauan ini mencatat defisit anggaran sebesar 3,7% dari PDB pada tahun 2014, kemudian melebar 5% pada tahun 2015. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan