Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Langsung Menghubungi Konsumen Yang Emosi Juga Bisa Meredakan Amarah Konsumen, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ketika menjalani bisnis, kendala yang ditemui pedagang tak melulu modal. Ketidakpuasan pelanggan bisa masalah besar apalagi jika keluhannya tersebar di media sosial.
Tommy Mello, pemilik perusahaan pemasangan dan perbaikan pintu garasi ternama, A1 Garage, mengaku tak pernah mengabaikan keluhan konsumen. Ketika ada yang tidak puas dengan layanannya, Mello membelikan bunga dan voucher Starbuck sebagai permintaan maaf.
Bukan itu saja. Mello sendiri yang akan mengantarkan hadiah itu ke rumah pelanggan.
Apa reaksi pelanggan? Dia yang awalnya marah, terkejut dan bahagia melihat tanggapan yang luar biasa dari sang pemilik bisnis.
Setiap bisnis harus menjadikan pelayanan konsumen sebagai prioritas. Konsumen adalah raja. Jika ingin membangun bisnis yang besar, berikut ini ada dua hal sederhana, tapi efektif bisa dilakukan.
Cepat Tanggap pada Respons Negatif
Setiap pengusaha pernah melakukan kesalahan kepada pelanggan. Jika kamu mampu cepat menunjukkan pengertaian terhadap kekecewaan konsumen, itu cukup untuk menunjukkan tanggung jawab. Apalagi jika berjanji memperbaiki atau memberikan pelayanan lebih baik. Konsumen akan mengerti kesalahan dan cepat memanfaatkan kamu. Saat menghadapi keluhan konsumen, segera hubungi dia dna berikan solusi terbaik untuk meredakan amarah. Ini adalah langkah terbaik sebelum pelanggan curhat di media sosial.
Tetap Ramah kepada Pelanggan
Kesan pertama ini penting. Tunjukkan bahwa kamu seorang penjual yang profesional dan bisa dipercaya. Gunakanlah bahasa formal, tapi ramah ketika merespons tanggapan negative dari konsumen. Fokuslah untuk memberikan layanan terbaik. Ingat, memenangkan hati pelanggan tak akan mendatangkan untung besar dalam sekejap, tetapi bisa membuat bisnis kamu bertahan lebih lama.
Selamat mencoba!
(Sumber: Liputan6.com/Siska Amelie F. Deil)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya