Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(www.blog.bestitalianleather.com)
American dream. Adalah mimpi yang menerbangkan Irani ke Los Angeles. Tahun itu, 1953. Usianya baru 18 tahun. Masuk bangku kuliah di sana. Lalu meraih gelar PhD 1957. Bertahun-tahun kemudian semua mimpi menjadi kenyataan. Dia bahkan menjadi salah satu orang terkaya di negeri Barrack Obama itu.
Ray R Irani, begitu namanya lengkapnya, lahir di Lebanon. Punya garis keturuanan Palestina dan merantau jauh ke Amerika Serikat demi mengubah nasib. Dia beruntung sebab negeri itu memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para imigran masuk bangku kuliah dan berdagang. Dan Irani adalah satu dari sekian banyak imigran dari Timor Tengah, yang sukses membangun jaringan bisnis dan meraksasa.
Selain Irani terdapat sejumlah nama. Antara lain Isac Larian. Dua orang inilah yang melesat di tengah sesaknya persaingan orang terkaya Amerika Serikat (AS). Data terbaru dari Forbes mencatat 51 dari 492 miliarder AS merupakan warga imigran. Mereka datang dari 26 negara dan membuat jalur kekayaan dari berbagai sektor industri.
Berikut adalah profil kedua imigran yang jadi miliarder di AS:
Ray Irani
Usia : 79 tahun
Sumber kekayaan: Migas dan wiraswasta
Peringkat Forbes: 1.465 dunia dan 452 AS
Selama menjadi CEO dari perusahaan Migas Occidental Petroleum, Ray Iran termasyhur sebagai pemasang poster yang menjelma menjadi CEO. Penelusuran Forbes mendapati Ray memperoleh kompensasi sebesar US$ 1,2 miliar, atau sekitar US$ 54 juta setahun, dalam dua dekade terakhir.
Kompensasi besar ini muncul dalam bentuk saham Oxy. Nilai saham yang digenggamnya kini bernilai US$ 720 juta. Irani merupakan pria kelahiran Lebanon dan mengantongi gelar Phd di bidang kimia dari University of Southern California. Karirnya dimulai dari Monsanto and Olin sebelum bergabung dengan Oxy pada 1983.
Namanya mulai mencuat setelah menggantikan CEO eksentrik dan lalim Armand hammer pada 1990. Di tangan Irani, Oxy menjelma menjadi perusahaan terintegrasi di bidang Migas dan petrokimia. Irani bahkan menngembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan koneksi di negara-negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, Oman, dan Libia. Di saat bersamaan, Irani melipatgandakan ladang Migas di California dan Texas. Pada akhir 2013, Irani akhirnya turun tahta. Selama menjabat CEO, Irani memberikan untung bagi para pemegang saham Oxy hingga 28% per tahun.
Isaac Larian
Usia : 60 tahun
Pundi kekayaan: Mainan dan wirausaha
Peringkat Forbes: 1465 dunia dan 452 AS
Isaac Larian merupakan muka baru dalam daftar orang terkaya Forbes pada tahun ini. Sumber kekayaannya berasal dari bisnis pembuat mainan MGA Entertainment yang memproduksi Little Tikes, boneka Bratz, dan Lalaloopsy-boneka yang tengah populer di AS.
Perjalanan Larian menjadi miliarder harus dilalui dengan pertempuran panjang MGA Entertainment dan raksasa perusahaan mainan dunia Mattel. Larian meninggalkan negeri kelahirannya, Iran pada 1971 dengan hanya mengantongi satu tiket keberangkatan. Sebelum menjadi bos, Larian pernah bekerja sebagai pelayan di Cal State, Los Angeles.
Otak bisnis Larian mulai terasah ketika bersama saudaranya memulai bisnis ekspor-impor, pengapalan hiasan pemotong rumput kuningan. Bisnis MGA pun makin berkembang dengan memegang bisnis impor mesin permainan Video Game Nintendo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya