Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Remaja Gadis Asal Kansas, Jensen Walcot, Dipecat Karena Negosiasi Gaji Dengan Perusahaan. (Sumber: Seventeen.com)
Dream - Ada beberapa negara memberlakukan perbedaan upah berdasarkan gender. Karyawati biasanya mendapatkan upah yang lebih kecil daripada karyawan pria.
Perbedaan ini tak jarang membuat wanita meminta ada kesetaraan upah, termasuk seorang gadis remaja asal Kansas, Jensen Walcott.
Dilansir dari Business Insider, gadis berusia 17 tahun ini bekerja di restoran piza, Pizza Studio. Namun, bayaran yang diterimanya berbeda dengan bayaran rekan kerja yang notabene adalah seorang lelaki.
Walcott dibayar US$8 per jam, sedangkan temannya, Jake Reed, dibayar sebesar US$8,25 per jam. Padahal, usia Walcott dan Reed sama. Begitu pula dengan posisi dan pengalaman kerjanya.
Gadis ini pun menemukan manajernya bersalah dan memintanya untuk menyamakan bayaran. Yang terjadi malah manajer memecat Walcott dan Reed. Alasannya, mendiskusikan bayaran adalah hal yang bertentangan dengan aturan perusahan.
Cerita Walcott pun menyebar dengan cepat dan menjadi berita nasional. Tindakan Walcott untuk meminta kesetaraan upah ini mendapatkan apresiasi dari mantan Ibu Negara Hillary Clinton.
" Kerja yang bagus, Jensen. Setiap wanita berhak mendapat persamaan upah. Tetaplah bekerja keras dan berkarya," tulis Hillary dalam akun Twitter-nya, @hillaryclinton.
Sikap Walcott ini pun mendapatkan apresiasi positif. Bahkan mereka mendapatkan banyak permintaan pekerjaan dari berbagai perusahaan yang berbeda.
" Kini, banyak orang yang mengerti kalau bisa mendiskusikan jumlah bayaran. Jika ada yang bilang bahwa itu tak bisa dilakukan, orang itu salah," kata Walcott.
Pihak Pizza Studio pun merespons masalah Walcott. Mereka kecewa dengan sikap manajer yang bersangkutan karena tak sesuai dengan aturan kantor.
Tak hanya itu, Pizza Studio juga menyebut tak akan memberikan toleransi untuk siapa yang saja yang berbuat diskriminatif di tokonya,
" Kami sangat tidak memberikan toleransi bagi segala jenis diskriminasi di toko kami, termasuk diskriminasi gender," berikut isi kutipan respons CEO Pizza Studio dalam keterangan tertulisnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya