Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Belum Beranjak dari Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 10 Februari 2015 16:27
Indeks Syariah Belum Beranjak dari Zona Merah
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,938 poin (0,54%) ke level 171,322.

Dream - Indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum bisa melaju positif di di dua hari pekan kedua Februari 2015. Aksi jual pelaku pasar masih terus menekan laju kenaikan harga saham.

Di sisi lain, pemodal asing justru masih terus menggelar aksi beli. Meski belanjaan investor asing ini terys melemah sejak awal pekan kemarin.

Pada penutupan perdagangan BEI, Selasa, 10 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,938 poin (0,54%) ke level 171,322.

ISSI sebetulnya sempat memberikan harapan ketika dibuka menguat 0,311 poin ke level 172,571. Namun aksi jual sejak awal perdagangan membuat ISSI tak mampu bertahan di zona hijau.

ISSI cuma mampu mencetak level tertinggi di 172,752 dan sempat longsor ke posisi terlemah 171,027.

Pelemahan ISSI kali ini terseret turunnya harga saham dari 102 emiten syariah. Hanya 63 emiten syariah yang masih bisa bergerak positif sedangkan 61 lainnya memilih stagnan.

Aksi jual beli efek syariah meliatkan 27,24 miliar saham bernilai Rp 3,03 triliun.

Nasib sama dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat 1,838 poin berbalik turun 3,877 poin (0,55%) ke level 707,010 pada sesi penutupan.

Dengan 6,66 miliar saham yang diperdagangkan, papan perdagangan JII didominasi pelemahan 20 emiten bluechips syariah. Hanya 9 emiten yang melaju positif dan 1 lainnya stagnan.

JII yang kali ini memutar dana investor sebesar Rp 2,11 triliun sempat mencetak level tertingginya di 713,571. Namun, aksi jual memaksanya jatuh ke posisi terendah di 705.872.

Emiten tambang menjadi saham bluechips syariah yang paling diburu pelaku pasar. Top gainer JII dihuni oleh ITMG yang menguat Rp 350, UNTR Rp 325, SILO Rp 75, ASII Rp 50, dan MPPA Rp 40 per saham.

Sebaliknya, emiten JII yang selama ini menjadi motor penggerak justru berbalik melemah. UNVR dan AALI menjadi top losser denga melemah Rp 625 dan Rp 475 per saham.

Secara umum, BEI kali ini menutup perdagangan dengan melemah 26,996 poin (0,50%) ke level 5.321,474. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini terseret pelemahan harga saham dari 176 emiten.

Lantai bursa dipenuhi transaksi jual beli 49,99 miliar saham bernilai Rp 4,90 triliun.

Tercatat hanya dua sektor saham yang bergerak menguat yaitu pertambangan sebesar 0,24 persen dan industri aneka 0,58 persen.

Emiten barang konsumsi justru dihindari pelaku pasar dan mencetak koreksi terdalam hingga 1,35 persen. Emitan lain yang dihindari adalah pertanian yang turun 0,84 persen dan keuangan 0,58 persen.

Beri Komentar